Hasil Derby della Madonnina: Inter Milan Tak Berdaya Tanpa Lautaro, Thuram dan Calhanoglu

Lautaro Martínez
Lautaro Martínez Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

Memang, kesalahan individu bisa terjadi dalam sepak bola. Namun peran pelatih seharusnya membantu menyesuaikan tim dengan kondisi pemain yang tersedia.

Mengganti pemain yang absen dengan pemain yang memiliki karakteristik berbeda tanpa penyesuaian taktik sering kali menjadi strategi yang berisiko.

Jika Inter terlihat kebingungan, Milan justru tampil sangat terorganisir. Kemenangan Rossoneri menjadi gambaran jelas filosofi permainan Massimiliano Allegri.

Baca Juga:Media Italia Sebut Handball Ricci Tak Layak Dijatuhi Hukuman Penalti, Chivu: Saya Tak Punya KomentarPervis Estupinan: Senjata Rahasia Allegri Kalahkan Inter Milan

Milan unggul melalui serangan balik cepat, lalu mempertahankan keunggulan dengan disiplin tinggi.

Setelah mencetak gol, mereka fokus mengurangi suplai bola ke lini serang Inter dan hampir tidak memberikan peluang bersih kepada lawan.

Strategi ini membuat Inter kesulitan menembus pertahanan Milan sepanjang babak kedua.

Di sisi lain, Allegri juga berhasil memaksimalkan peran para pemain kunci. Luka Modric dan Adrien Rabiot tampil dominan di lini tengah, mengendalikan tempo permainan sekaligus membantu menjaga keseimbangan tim.

Kedua pemain tersebut bahkan dianggap sebagai dua gelandang terbaik di liga saat ini. Allegri mampu memaksimalkan kualitas mereka untuk mengontrol jalannya pertandingan.

Selain itu, lini pertahanan Milan yang dipimpin Mike Maignan juga tampil solid.

Kiper asal Prancis itu hampir tidak pernah benar-benar berada dalam situasi berbahaya sepanjang pertandingan.

Baca Juga:Sergio Ramos Tonton Derby Milan, Modric: Kalau Kapten Datang, Kami Harus MenangBergomi: Handball Samuele Ricci Harusnya Penalti

Derby ini juga diwarnai kontroversi pada menit-menit akhir pertandingan. Bola yang ditendang Denzel Dumfries sempat mengenai lengan Samuele Ricci di dalam kotak penalti Milan.

Insiden tersebut langsung memicu protes keras dari para pemain Inter yang menuntut hadiah penalti.

Namun keputusan wasit untuk tidak memberikan penalti memicu perdebatan luas. Sebagian pihak menilai keputusan tersebut tepat, sementara yang lain menganggap Inter dirugikan.

Masalah utama yang kembali disorot adalah ketidakjelasan pedoman mengenai handball.

Aturan tentang situasi seperti ini sering berubah, sehingga keputusan yang berbeda bisa terjadi dalam kasus yang tampak serupa.

Akibatnya, kebingungan tidak hanya terjadi di kalangan penggemar, tetapi juga di antara para pemain dan pelatih.

Meski kalah dalam derby, Inter masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri dalam perburuan Scudetto.

Dengan keunggulan tujuh poin di klasemen, mereka tetap berada di posisi yang sangat menguntungkan.

0 Komentar