20 Tahun TCC: Menelusuri Gua Tasikmalaya, Jaga Karst dan Ingatkan Alam Bukan Sekadar Spot Foto

Tasikmalaya Caving Community menjaga ekosistem karst Tasikmalaya
Anggota Tasikmalaya Caving Comunity buka pelatihan dasar penelusuran gua di Kota Tasikmalaya, Minggu (8/3/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Terutama dalam pengembangan teknik penelusuran gua dan pengenalan ilmu speleologi bagi anggota baru.

“Melalui pelatihan ini kami ingin anggota memahami cara penelusuran gua yang baik dan benar, memiliki tanggung jawab, serta sadar pentingnya menjaga ekosistem gua dan lingkungan di sekitarnya,” kata Bambang.

Sejak berdiri pada 2006, TCC telah dipimpin sejumlah ketua. Mulai dari Fahmi Rijal (2006–2007), Eris Krimayanto (2007–2009), Fajar Utama (2009–2015), Ruiyana (2015–2025), hingga Bambang Fitrah yang memimpin sejak 2025.

Baca Juga:ASN Tasikmalaya Menunggu Keputusan Wali Kotanya!SIMLIM

Selama dua dekade perjalanan itu, berbagai kegiatan eksplorasi gua, pemetaan kawasan karst, hingga edukasi lingkungan telah dilakukan para anggotanya.

Selain itu, TCC juga aktif berkolaborasi dengan komunitas pecinta alam lainnya.

Ke depan, komunitas ini juga berencana memperkuat standar keselamatan penelusuran gua serta meningkatkan kapasitas tim penyelamatan (rescue) dalam kegiatan speleologi.

Di sisi lain, TCC juga mulai mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan karst melalui pengembangan wisata alam berbasis konservasi.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara lingkungan, budaya lokal, dan peluang ekonomi masyarakat.

Sebab bagi para penelusur gua, karst bukan sekadar destinasi petualangan. Ia adalah ruang hidup alam yang perlu dijaga—bahkan ketika banyak orang baru menyadarinya setelah hilang. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar