Undang Syaikh dari Palestina, SMA Al Muttaqin Ajarkan Siswa Lebih Peduli

SMA Al Muttaqin
Suasana kegiatan Mabit di SMA Al Muttaqin yang menghadirkan seorang syaikh dari Palestina, Jumat (6/3/2026). (Fitriah Widayanti/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — SMA Al Muttaqin menggelar kegiatan Mabit, Muhadoroh Qubail Iftor, serta salat tarawih bersama Syaikh Muhammad Ra’id Muhammad Ghanim, seorang syaikh asal Palestina, Jumat (7/3/2026) sore.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan spiritual siswa selama Ramadan yang dikemas dalam berbagai agenda keagamaan dan refleksi kemanusiaan.

Kepala SMA Al Muttaqin, In In Kadarsolihin SS MPd, menjelaskan bahwa menghadirkan ulama dari Palestina telah menjadi program khas yang secara konsisten dilakukan sekolah setiap Ramadan.

Baca Juga:Dua Gaya, Dua Pintu (Episode 2): Terbuka di Atas, Tertutup di Bawah!Tujuh Belas Tahun Mengetuk Pintu, Tahun Ini Mayasari Peduli Salurkan 12.943 Paket Sembako

Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah ingin membuka wawasan siswa mengenai realitas kehidupan umat Islam di berbagai belahan dunia, khususnya di wilayah yang tengah menghadapi konflik.

“Kegiatan mendatangkan syekh dari Palestina merupakan program khas setiap ramadan di SMA Al Muttaqin. Insyaallah kami berkomitmen untuk menumbuhkan kepekaan sosial atas kondisi umat islam wabil khusus di Palestina,” ujarnya.

Upaya tersebut sekaligus selaras dengan tema kegiatan Ramadan di lingkungan sekolah tahun ini yang mengusung konsep pesantren ekologi.

Di SMA Al Muttaqin, konsep ekologi dimaknai secara lebih luas, tidak hanya berkaitan dengan pelestarian alam, tetapi juga menyangkut kesadaran bahwa manusia hidup dalam keterhubungan dengan masyarakat global.

Melalui pendekatan tersebut, para siswa didorong untuk memahami bahwa kepedulian tidak berhenti pada lingkungan sekitar, tetapi juga mencakup persoalan kemanusiaan yang terjadi di berbagai negara.

“Ekologi di Al Muttaqin kami terjemahkan ke dalam beberapa program termasuk di dalamnya, salah satunya adalah bagaimana mengasah kepedulian bukan hanya pada lingkungan sekitar, tapi juga lingkungan global, yakni merasakan bagaimana penderitaan saudara-saudara yang ada di Palestina,” katanya.

Gagasan tersebut tidak hanya disampaikan melalui kajian, tetapi juga diterjemahkan dalam berbagai program yang melibatkan siswa secara langsung. Pada Ramadan tahun ini, SMA Al Muttaqin bahkan meluncurkan program Karomah (Kegiatan Ramadan Penuh Berkah) yang dikembangkan dalam bentuk aplikasi untuk mendorong siswa menjalankan berbagai aktivitas positif selama bulan suci.

Baca Juga:Obrolan Dua Orang Penting Gerindra!Kapolres Hariwang!

Melalui aplikasi tersebut, siswa tidak hanya melakukan muhasabah harian, tetapi juga diarahkan untuk terlibat dalam aksi nyata yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan, seperti menanam pohon dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

0 Komentar