RADARTASIK.ID— Menjelang senja di kawasan Simpang Dago–Cikapayang, Bandung, laju kendaraan pada Jumat petang, 6 Maret 2025, bergerak merayap.
Klakson sesekali terdengar di Jalan Dago, lampu rem berderet memanjang, dan para pengendara tampak menunggu waktu berbuka yang tinggal menghitung menit.
Suasana seperti itu merupakan pemandangan yang hampir selalu hadir di kota ini setiap Ramadan, termasuk pada bulan suci 1447 Hijriah.
Baca Juga:Babak Baru Federico Barba di Persib Bandung, Merasakan Latihan Malam Hari di Bulan RamadanPresiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Transisi Energi, Termasuk PLTS, Motor Listrik dan Kompor Listrik
Namun, di tengah kepadatan arus kendaraan tersebut, ada pemandangan yang membuat banyak pengendara menoleh.
Dua pemain Persib Bandung, Teja Paku Alam dan Adam Alis, tampak berdiri di tepi jalan.
Mereka menyapa para pengendara yang melintas—bukan dalam perjalanan menuju latihan atau pertandingan, melainkan untuk membagikan takjil kepada masyarakat yang masih berada di jalan menjelang azan magrib.
Kehadiran keduanya merupakan bagian dari aktivasi Ramadan bertajuk “Nunggu Beduk Bareng Pucuk”, sebuah kolaborasi antara Persib Bandung dan mitranya, Teh Pucuk Harum.
Suasana yang biasanya monoton berubah lebih hidup ketika Pasukan Beduk Pucuk mulai memainkan pertunjukan perkusi di titik lampu merah Dago.
Dentuman ritme yang energik memecah kejenuhan para pengendara yang terjebak antrean kendaraan.
Sebagian pengendara terlihat membuka kaca mobil untuk menyaksikan lebih dekat.
Ada pula yang mengangkat ponsel, mencoba mengabadikan momen tak biasa di tengah kemacetan senja itu.
Baca Juga:Suporter Persik Kediri Dilarang Datang ke GBLA, Manajemen Persib Minta Semua Pihak Taat AturanSemen Padang: Dari Mantan Pelatih Persib ke Eks Gelandang Persib, Terima Kasih Dejan Antonic
Di sela-sela keramaian tersebut, Teja dan Adam Alis berjalan perlahan dari satu kendaraan ke kendaraan lain.
Di tangan mereka, botol-botol minuman siap dibagikan kepada para Bobotoh maupun masyarakat yang masih berada di perjalanan.
Teja Paku Alam mengungkapkan bahwa ia merasa senang dapat berinteraksi langsung dengan warga Bandung pada momen Ramadan.
Ia memahami bahwa banyak orang masih berada di jalan ketika waktu berbuka tiba.
Karena itu, ia berharap kehadiran mereka bersama kesegaran minuman yang dibagikan dapat menjadi teman berbuka yang sederhana namun menyenangkan bagi para pengendara.
Sementara itu, Adam Alis merasakan pengalaman berbeda dari aktivitas tersebut.
Ia mengaku baru pertama kali terlibat dalam kegiatan berbagi takjil di jalan dan merasa sangat terkesan dengan suasana yang tercipta.
