RADARTASIK.ID— Malam di Stadion Segiri, Samarinda, berubah menjadi ujian berat bagi Persebaya Surabaya usai Persebaya dicukur Borneo FC 5-1.
Dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2025/2026, Bajol Ijo harus menelan kekalahan telak 1-5 dari tuan rumah Borneo FC Samarinda pada Sabtu (7/3).
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyadari hasil tersebut bukan sesuatu yang bisa dilewati begitu saja.
Baca Juga:Babak Baru Federico Barba di Persib Bandung, Merasakan Latihan Malam Hari di Bulan RamadanPresiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Transisi Energi, Termasuk PLTS, Motor Listrik dan Kompor ListrikÂ
Seusai pertandingan, ia menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi sepanjang laga.
Dalam pandangannya, Borneo FC tampil jauh lebih efektif saat memanfaatkan peluang.
Persebaya sebenarnya tidak sepenuhnya kehilangan kesempatan. Beberapa peluang sempat tercipta, tetapi hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Tavares mengungkapkan bahwa timnya perlu kembali menelaah pertandingan tersebut secara detail.
“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Dari pengamatannya, Persebaya tetap mampu membangun sejumlah peluang, namun penyelesaian akhir belum berjalan maksimal sehingga hanya menghasilkan satu gol.
Ia juga menilai para pemain telah berupaya menjalankan rencana permainan yang sebelumnya disiapkan oleh tim pelatih.
Baca Juga:Suporter Persik Kediri Dilarang Datang ke GBLA, Manajemen Persib Minta Semua Pihak Taat AturanSemen Padang: Dari Mantan Pelatih Persib ke Eks Gelandang Persib, Terima Kasih Dejan Antonic
Strategi untuk tampil agresif, memenangkan duel, hingga menekan pertahanan lawan sebenarnya sudah dicoba diterapkan di lapangan.
Pelatih asal Portugal itu menjelaskan bahwa persiapan menghadapi Borneo FC telah dilakukan cukup matang.
Tim pelatih telah mempelajari kekuatan lawan, memperlihatkan cuplikan video pertandingan kepada para pemain, serta menggelar latihan khusus sebagai bagian dari persiapan.
Namun pada hari pertandingan, menurutnya, Persebaya belum mampu memperlihatkan performa terbaik yang diharapkan.
Beberapa gol yang lahir dari kaki pemain Borneo FC, lanjutnya, sebenarnya sudah diantisipasi sejak masa persiapan.
Salah satu ancaman yang telah dibahas adalah kemampuan para pemain Pesut Etam dalam melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Karena itu, Persebaya berusaha menutup ruang di sekitar area berbahaya tersebut.
Tavares menjelaskan bahwa timnya mencoba membatasi ruang tembak di sekitar kotak penalti karena mereka mengetahui lawan memiliki pemain dengan kemampuan tendangan jarak jauh yang kuat.
