TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Forum Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan (FHGTK) Kabupaten Tasikmalaya menilai Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin tidak menunjukkan empati.
Di tengah kegelisahan PPPK Paruh Waktu menanti kejelasan gaji, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin meluncurkan pemberian insentif untuk program Ajengan Masuk Sekolah, guru ngaji, guru madrasah, serta para pengurus masjid.
Ketua FHGTK Kabupaten Tasikmalaya, Aris Yulianto, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, para guru paruh waktu saat ini masih menunggu komitmen pemerintah daerah terkait kesejahteraan mereka.
Baca Juga:Dua Gaya, Dua Pintu (Episode 2): Terbuka di Atas, Tertutup di Bawah!Tujuh Belas Tahun Mengetuk Pintu, Tahun Ini Mayasari Peduli Salurkan 12.943 Paket Sembako
“Bukannya kita tidak mendukung program pemerintah daerah ini (insentif, red), tetapi kita menilai empati Bupati dan pemerintah daerah di tengah-tengah keprihatinan ini. Bupati (harusnya) bisa memikirkan perasaan guru dan tenaga kependidikan paruh waktu,” ungkap Aris.
Menurut dia, langkah pemerintah daerah yang meluncurkan program insentif di tengah ketidakjelasan nasib guru paruh waktu justru memunculkan pertanyaan mengenai empati dan perhatian terhadap PPPK guru dan tenaga kependidikan paruh waktu.
“Apalagi kemarin DPRD menyebut pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tidak serius dalam mencari solusi masalah guru paruh waktu ini, saat dipanggil dewan yang hadir bukan pengambil kebijakannya,” paparnya.
Ia pun meminta pemerintah daerah segera membuat kebijakan yang adil bagi para guru paruh waktu di Kabupaten Tasikmalaya.
“Kita mendorong, agar ada solusi kebijakan yang tepat. Walaupun tidak ada anggaran untuk gaji guru paruh waktu, setidaknya jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial bagi PPPK guru paruh waktu ini, dengan melaunching insentif ini,” paparnya.
Aris menilai jika pemerintah daerah memang terkendala anggaran, hal tersebut seharusnya dapat disampaikan secara terbuka kepada publik.
“Jadi kan bisa disampaikan ke publik, maaf kepada para guru paruh waktu untuk saat ini pemerintah Kabupaten Tasikmalaya belum bisa memberikan gaji, jadi ada bahasa lah. Ini kan belum ada kejelasan dan statmen bupati,” tegasnya. (Diki Setiawan)
