RADARTASIK.ID – Masa depan Massimiliano Allegri di AC Milan kembali menjadi perbincangan hangat di Italia.
Di tengah rumor ketertarikan Real Madrid, pelatih asal Livorno itu disebut membuka peluang untuk tetap bertahan di San Siro, namun dengan satu syarat utama: memiliki peran lebih besar dalam pengambilan keputusan di bursa transfer.
Saat ini, Milan tengah fokus menghadapi Derby della Madonnina melawan Inter.
Baca Juga:Media Italia: AS Roma Bidik Mantan Direktur Juventus untuk Gantikan MassaraAbsen 2 Tahun, Gerry Cardinale Akan Tonton Derby Milan Usai Ketemu Trump
Laga tersebut sangat penting bagi Rossoneri, baik untuk menjaga sisa harapan dalam perebutan Scudetto maupun untuk mengamankan posisi di zona Liga Champions musim depan.
Namun di balik persiapan derby, isu masa depan Allegri mulai mencuat kembali.
Dalam beberapa pekan terakhir, namanya kembali dikaitkan dengan Real Madrid. Presiden Los Blancos, Florentino Perez, dikabarkan kembali mempertimbangkan Allegri sebagai kandidat pelatih masa depan klub.
Ketertarikan itu bukan hal baru. Sepanjang kariernya, Allegri sudah beberapa kali masuk dalam radar Real Madrid, namun hingga kini kepindahan tersebut belum pernah benar-benar terwujud.
Meski begitu, pelatih berusia 58 tahun tersebut saat ini memilih untuk tetap fokus pada pekerjaannya bersama Milan.
Prioritas utamanya adalah menyelesaikan musim dengan hasil terbaik bagi Rossoneri.
Menurut laporan Corriere della Sera, manajemen Milan sebenarnya sudah mulai mempertimbangkan pembicaraan mengenai masa depan Allegri.
Kontrak sang pelatih masih berlaku hingga 30 Juni 2027, dengan opsi perpanjangan hingga 30 Juni 2028.
Baca Juga:Tiga Duel Penentu Derby Milan: Modric vs Calhanoglu, Rabiot vs Zielinski dan Leao vs ThuramJalani Operasi Lutut, Musim Terakhir Dybala di AS Roma Penuh Kesialan
Dalam kontraknya saat ini, Allegri menerima gaji sekitar €5 juta bersih per musim, atau setara dengan sekitar Rp85 miliar per tahun dengan kurs €1 = Rp17.000.
Namun menariknya, dalam kemungkinan negosiasi kontrak baru, Allegri disebut tidak akan meminta kenaikan gaji.
Sebaliknya, ia lebih menginginkan perubahan dalam struktur pengambilan keputusan di klub.
Pelatih yang pernah membawa Juventus meraih banyak trofi itu ingin memiliki suara yang lebih kuat dalam perencanaan skuad, terutama terkait kebijakan transfer pemain.
Selama ini, beberapa keputusan transfer Milan dinilai tidak sepenuhnya selaras dengan kebutuhan taktis Allegri.
Hal ini terlihat pada beberapa momen musim ini ketika sang pelatih harus turun langsung untuk mempertahankan pemain penting.
