Kongkow Tengah Malam, Membahas Lari Dini Hari Anak Muda Tasikmalaya!

tasik speed run
Ilustrasi Tasik Speed Run
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Malam itu tidak direncanakan. Tidak ada undangan. Tidak ada grup WhatsApp yang ramai membahas waktu dan tempat.

Tiba-tiba saja ponsel berbunyi. “Ngopi, yuk.” Hanya dua kata. Cukup. Kami pun berkumpul di sebuah kafe di Jalan Yudanegara Tasikmalaya. Kota kecil yang selalu punya cerita di sudut-sudutnya. Tasikmalaya.

Mejanya bundar. Bisa diputar. Model meja yang biasanya dipakai di restoran besar. Meja yang sering terlihat di jamuan para pejabat atau kaum borjuis. Kami sempat tertawa. “Wah, ini mah meja elite.” Padahal isi mejanya… jauh dari elite.

Baca Juga:Jika THR ASN Tak Datang di Kota Resik!DAG..DIG..DUG..THR ASN DI KOTA RESIK!

Tidak ada steak. Tidak ada pasta. Yang ada hanya gorengan. Pisang goreng. Cipe. Dan satu yang selalu jadi juara: gehu.Gehu panas, pedas, sedikit berminyak—tapi selalu cepat habis.

Minumannya juga sederhana. Kopi kekinian bagi yang ingin terlihat modern. Teh hangat bagi yang ingin tetap waras.

Kami tidak punya agenda. Tidak ada rapat. Tidak ada keputusan yang harus diambil.Hanya kongkow. Silaturahmi. Obrolannya pun ngalor-ngidul. Seperti biasa kalau sudah berkumpul dengan sahabat-sahabat anti ribet.

Mulai dari politik. Pemerintah. Sampai gosip receh khas kaum proletar. Ada yang bercerita tentang pejabat yang terlalu serius. Ada yang mengeluhkan birokrasi yang kadang terlalu lambat. Sesekali meja diputar. Mengambil gorengan yang baru datang.

Semakin malam, pembicaraan justru semakin menarik. Salah satu sahabat tiba-tiba menyebut satu istilah yang belakangan sering terdengar di jalanan kota ini.

Tasik Speed Run. Kami langsung tertawa. Bukan karena aneh. Tapi karena fenomena itu memang sedang ramai di kalangan anak muda di Tasikmalaya.

Tasik Speed Run bukan lomba resmi. Tidak ada panitia. Tidak ada sponsor. Tapi pesertanya banyak. Terutama Gen Z. Mereka berkumpul di jalan-jalan kota ketika sebagian besar orang masih tidur.

Baca Juga:Bagikan Kemanfaatan dalam Kesederhanaan, Radar Tasikmalaya dan Gandara Group Bagi-bagi Takjil di JalanViman Alfarizi dan Mimpi Menghidupkan Wiriadinata: Terbang Tinggi atau Mengulang Luka Lama! 

Tempatnya sering berpindah. Kadang di Jalan Baru Tasikmalaya. Kadang di Jalan Pemuda Tasikmalaya. Kadang juga di Jalan Cipedes Tasikmalaya. Waktunya unik. Dini hari. Biasanya sebelum sahur. Kadang sesudah sahur.

0 Komentar