Kisah Riswan, Kuli Pasir yang Menggetarkan Hati Kapolres Andi: Diajak Jalan-jalan hingga Bukber

Kuli pasir tasikmalaya
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto bersama Riswan dan adik-adiknya, Jumat (6/3/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota yang sering kali sibuk dengan urusan seremonial dan formalitas, kisah seorang remaja kuli pasir dari pelosok Tasikmalaya justru berhasil mengetuk hati banyak orang.

Bahkan hingga sampai ke meja kerja Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto.

Remaja itu bernama Riswan. Usianya masih belia, namun beban hidup yang dipikulnya jauh lebih berat dari ukuran bahunya.

Baca Juga:Dari Nuzulul Qur’an, Pemkot Kota Tasikmalaya Perkuat Gerakan Generasi Penghafal Al-Qur’anTakjil Dibagikan, Al-Qur’an Dikhatamkan: Cara SOG Chapter Tasikmalaya Mengisi Ramadan!

Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia, Riswan harus menggantikan peran ayah bagi tiga adiknya.

Alih-alih memegang buku dan duduk di bangku sekolah, sejak usia 13 tahun Riswan justru menggenggam linggis dan sekop.

Ia memilih menjadi kuli pasir demi menghidupi dan menyekolahkan adik-adiknya.

Setiap hari ia bekerja mengeruk pasir dengan upah sekitar Rp30 ribu sekali kerja. Upah yang bahkan sering kali tak cukup untuk menutup kebutuhan makan sekaligus biaya sekolah adik-adiknya.

Adiknya, Indri, bahkan mengaku mereka pernah bertahan hidup dengan makan nasi dan garam demi menghemat penghasilan kakaknya.

Kisah getir itu sampai ke telinga Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto. Alih-alih hanya menjadi cerita yang lewat begitu saja di meja laporan, Kapolres memilih turun tangan.

Ia lalu menjemput Riswan dan adik-adiknya. Kemudian dia bawa ke salah satu salon untuk dicukur rambut.

Lalu dia bawa Riswan dan adik-adiknya ke rumah dinas. usai itu mereka kemudian diajak berkeliling kota—sekadar merasakan suasana yang mungkin jarang mereka nikmati.

Baca Juga:Dari Ring ke Aksi Sosial: Indoboxing Santuni dan Buka Puasa Bersama 243 Anak Yatim Kota TasikmalayaViman Sentil Kadiskominfo Kota Tasikmalaya: Jangan Bangun “Rumah Digital” Tapi Isinya Kosong

Perjalanan kecil itu kemudian berlanjut ke sebuah pusat perbelanjaan di Kota Tasikmalaya. Bagi sebagian orang mungkin itu hal biasa.

Tapi bagi anak-anak yang sehari-harinya bergelut dengan pasir dan kerasnya hidup, langkah di lantai mal terasa seperti memasuki dunia lain.

Setelah itu, mereka diajak mengikuti kegiatan Kapolres di Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya. Di sana mereka diperkenalkan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Tak berhenti di situ, mereka juga diajak menghadiri kegiatan buka puasa bersama dalam acara sosial yang digelar komunitas Indoboxing.

Di tengah suasana hangat buka puasa, Riswan dan adik-adiknya terlihat tak henti mengucapkan rasa syukur.

0 Komentar