Dari Nuzulul Qur’an, Pemkot Kota Tasikmalaya Perkuat Gerakan Generasi Penghafal Al-Qur’an

peringatan Nuzulul Qur’an di Kota Tasikmalaya 2026
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Agung, Kamis malam (6/3/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Agung Kota Tasikmalaya bukan sekadar seremoni religius tahunan.

Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk kembali menegaskan arah pembangunan spiritual masyarakat, salah satunya melalui program One Kelurahan One Hafidz.

Rangkaian kegiatan yang digelar Jumat malam (6/3/2026) itu diawali dengan salat tarawih berjamaah, dilanjutkan tabligh akbar, hingga tadarus Al-Qur’an bersama jamaah yang memadati Masjid Agung.

Baca Juga:Takjil Dibagikan, Al-Qur’an Dikhatamkan: Cara SOG Chapter Tasikmalaya Mengisi Ramadan!Dari Ring ke Aksi Sosial: Indoboxing Santuni dan Buka Puasa Bersama 243 Anak Yatim Kota Tasikmalaya

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan dalam sambutannya menilai kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat memakmurkan masjid di Kota Tasikmalaya masih terjaga.

Di tengah arus zaman yang serba digital, masjid tetap menjadi ruang pertemuan spiritual yang tak lekang.

“Ini menunjukkan kecintaan masyarakat kepada Al-Qur’an sekaligus semangat kebersamaan dalam menghidupkan suasana Ramadan,” ujarnya.

Viman menekankan, peringatan Nuzulul Qur’an seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Menurutnya, momentum ini harus menjadi pemantik lahirnya generasi Qur’ani—generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas.

Karena itu, Pemkot Tasikmalaya tengah mendorong program Ohan Hafidz atau One Kelurahan One Hafidz, yakni upaya menghadirkan minimal satu penghafal Al-Qur’an di setiap kelurahan.

Program ini, kata dia, bukan sekadar target administratif. Lebih dari itu, pemerintah ingin memperkuat peran pesantren serta menumbuhkan budaya Qur’ani di tengah masyarakat.

Baca Juga:Viman Sentil Kadiskominfo Kota Tasikmalaya: Jangan Bangun “Rumah Digital” Tapi Isinya KosongTHR Pegawai Pemkot Tasikmalaya Belum Diputuskan, Viman: Uangnya Ada, Tinggal Atur Strategi Fiskal

“Identitas Kota Santri tidak cukup hanya menjadi slogan. Harus ada gerakan nyata yang lahir dari masyarakat dan didukung pemerintah,” katanya.

Di sela kegiatan keagamaan tersebut, sejumlah bantuan sosial juga disalurkan kepada masyarakat.

Di antaranya 12.500 paket sembako hasil kolaborasi Baznas dan Mayasari yang didistribusikan ke 69 kelurahan, masing-masing sebanyak 175 paket.

Selain itu, santunan juga diberikan kepada 300 anak yatim piatu, dengan rincian 100 anak dari perusahaan Katsae dan 200 anak dari perusahaan Tasco.

Tak hanya itu, 17 mahasiswa menerima beasiswa perguruan tinggi, sementara bantuan lain berupa 375 paket sembako serta dukungan operasional bagi DKM dan pondok pesantren juga disalurkan.

0 Komentar