Dari Bangku Kuliah ke Lapak UMKM: Kisah Mahasiswa Tasikmalaya Menjaga Idealime di Balik Lumpia Basah

kisah mahasiswa Tasikmalaya merintis UMKM lumpia basah
Abdillah Ricky Hadiansyah, mahasiswa Tasikmalaya yang bangun UMKM hingga meraih penghargaan tingkat provinsi. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Setiap sore, ketika sebagian mahasiswa memilih beristirahat setelah kuliah, Abdillah Ricky Hadiansyah justru memulai “shift” keduanya.

Dari ruang kelas ke lapak usaha. Dari teori tasawuf ke realitas dagang yang kadang tak seromantis kutipan kitab.

Mahasiswa S1 Ilmu Tasawuf di Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya itu menjalani rutinitas yang tidak biasa bagi kebanyakan mahasiswa di Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:Dari Nuzulul Qur’an, Pemkot Kota Tasikmalaya Perkuat Gerakan Generasi Penghafal Al-Qur’anTakjil Dibagikan, Al-Qur’an Dikhatamkan: Cara SOG Chapter Tasikmalaya Mengisi Ramadan!

Pagi hingga siang ia berkutat dengan perkuliahan. Sore hingga malam, ia berubah peran menjadi pelaku UMKM yang mengurus usahanya sendiri di Ciawi.

Usaha Lumpia Basah Mas Nco yang ia rintis sejak April 2021 menjadi laboratorium kehidupannya.

Usaha itu dimulai saat usianya masih belasan akhir, dengan tujuan yang sederhana tapi tidak ringan: belajar mandiri sekaligus membantu ekonomi keluarga.

Di lapak kecil itulah ia memahami satu hal yang sering luput dari romantika wirausaha di media sosial—bahwa bisnis bukan sekadar soal semangat, tetapi konsistensi.

“Berniaga mengajarkan saya kerja keras, tanggung jawab, dan ketahanan dalam berproses,” ujar Abdillah.

Rutinitasnya terbilang disiplin. Setelah kuliah selesai, ia langsung menuju tempat usaha.

Di sana ia mengurus hampir semuanya sendiri: mengatur stok bahan, melayani pembeli, hingga memastikan kualitas produk tetap terjaga.

Baca Juga:Dari Ring ke Aksi Sosial: Indoboxing Santuni dan Buka Puasa Bersama 243 Anak Yatim Kota TasikmalayaViman Sentil Kadiskominfo Kota Tasikmalaya: Jangan Bangun “Rumah Digital” Tapi Isinya Kosong

Tidak ada tim besar. Tidak pula sistem manajemen rumit seperti di perusahaan rintisan yang sering dielu-elukan anak muda.

Hanya kerja harian yang dilakukan berulang—kadang melelahkan, tapi justru membentuk ketahanan mentalnya sebagai pelaku UMKM muda di Kota Tasikmalaya.

Keseriusan Abdillah dalam berwirausaha mulai mendapat pengakuan ketika ia terpilih sebagai peserta Pelatihan Wira Muda Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2023.

Program tersebut membuka perspektif baru tentang manajemen usaha, strategi pengembangan, hingga pentingnya jejaring.

Namun bagi Abdillah, pelatihan hanyalah penguat.

“Fondasi utamanya tetap dari kerja setiap hari di lapangan,” katanya.

Menariknya, latar belakangnya sebagai mahasiswa tasawuf ikut memengaruhi cara ia menjalankan usaha.

Nilai-nilai seperti keikhlasan, kesabaran, dan kejujuran yang ia pelajari di bangku kuliah ia terapkan dalam praktik bisnis.

0 Komentar