RADARTASIK.ID – Derby della Madonnina akhir pekan ini tidak hanya menjadi laga krusial dalam perebutan Scudetto, tetapi juga berpotensi menjadi panggung kebangkitan bagi Christian Pulisic.
Penyerang asal Amerika Serikat itu berpeluang mengakhiri periode paceklik golnya saat AC Milan menghadapi Inter di San Siro.
Kemenangan dramatis Milan atas Cremonese pada pekan sebelumnya menjaga secercah harapan Rossoneri dalam perburuan gelar Serie A.
Baca Juga:Absen 2 Tahun, Gerry Cardinale Akan Tonton Derby Milan Usai Ketemu TrumpTiga Duel Penentu Derby Milan: Modric vs Calhanoglu, Rabiot vs Zielinski dan Leao vs Thuram
Dalam pertandingan tersebut, Milan sempat berada di ambang kehilangan poin sebelum akhirnya bangkit lewat dua gol telat dari Strahinja Pavlovic dan Rafael Leao.
Dua gol di penghujung laga membuat Rossoneri berhasil membalikkan keadaan dan mempertahankan peluang mereka dalam persaingan gelar, meskipun masih tertinggal cukup jauh dari Inter di puncak klasemen.
Selisih sekitar 10 poin memang masih menjadi tantangan besar. Namun kemenangan dalam derby dapat membuka kembali dinamika perebutan gelar, sekaligus menambah tekanan bagi Inter yang selama ini tampil sangat konsisten.
Menariknya, Milan adalah tim terakhir yang mampu mengalahkan Inter di Serie A musim ini.
Pada pertemuan sebelumnya, Rossoneri berhasil menghentikan laju impresif Nerazzurri yang sejak saat itu mencatatkan 14 kemenangan dan satu hasil imbang dalam 15 pertandingan liga.
Gol penentu kemenangan Milan pada derby tersebut dicetak oleh Christian Pulisic. Momen itu membuat Inter menelan kekalahan terakhir mereka di Serie A hingga saat ini.
Namun perjalanan Pulisic setelah pertandingan itu tidak selalu berjalan mulus. Sepanjang musim ini ia sempat diganggu beberapa masalah fisik yang memengaruhi performanya.
Baca Juga:Jalani Operasi Lutut, Musim Terakhir Dybala di AS Roma Penuh KesialanAda Klausul Anti Italia, Presiden Galatasaray Bantah Akan Jual Osimhen ke Juventus
Awalnya, mantan pemain Chelsea tersebut mengalami cedera pergelangan kaki saat membela tim nasional Amerika Serikat.
Setelah pulih, ia kembali diterpa masalah berupa robekan otot paha belakang, sebelum akhirnya harus menghadapi gangguan bursitis.
Meski cedera yang dialaminya tidak selalu membuatnya absen lama, kondisi tersebut sedikit banyak memengaruhi konsistensi permainan sang pemain.
Dalam beberapa bulan pertama musim Serie A 2025/2026, Pulisic sebenarnya tampil sangat tajam. Ia mampu mencetak delapan gol dan menjadi salah satu motor serangan utama Milan.
Namun setelah itu produktivitasnya menurun. Gol terakhirnya di liga tercipta pada 28 Desember saat Milan mengalahkan Verona di San Siro.
