Viman Sentil Kadiskominfo Kota Tasikmalaya: Jangan Bangun “Rumah Digital” Tapi Isinya Kosong

Viman sentil Kadiskominfo Kota Tasikmalaya soal digitalisasi pemerintahan
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan saat meninjau teknologi Tasik Hub usai membuka Musrenbang, Jumat (7/3/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan melontarkan sentilan tajam kepada jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya, khususnya kepada kepala dinas yang baru dilantik.

Viman mengingatkan agar arah digitalisasi pemerintahan tidak sekadar terlihat modern di atas kertas, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Peringatan itu disampaikan saat membuka Musrenbang Sektoral Diskominfo Kota Tasikmalaya, Jumat (7/3/2026).

Baca Juga:THR Pegawai Pemkot Tasikmalaya Belum Diputuskan, Viman: Uangnya Ada, Tinggal Atur Strategi FiskalAlumni SMAN 1 Tasikmalaya Perkuat Solidaritas Lewat Ratusan Paket Ramadan

Di hadapan pejabat Diskominfo, Viman mengingatkan bahwa membangun sistem digital pemerintahan tidak bisa asal cepat atau sekadar mengikuti tren teknologi.

Menurutnya, digitalisasi ibarat membangun sebuah rumah yang harus dimulai dari fondasi yang benar.

“Kita ini sedang membangun satu rumah. Rumahnya harus benar dulu. Mangkoknya harus benar, gelasnya juga harus benar. Baru kemudian isinya,” kata Viman.

Pernyataan itu menjadi semacam alarm bagi Diskominfo yang kini dipimpin kepala dinas baru yang masih muda dan sebelumnya lama berkutat sebagai pejabat internal di instansi tersebut.

Viman menyindir praktik perencanaan digital yang sering kali tidak seimbang antara kapasitas sistem dan program yang dijalankan.

Ia mengibaratkan wadah yang tidak sesuai dengan isi.

“Kalau botolnya 500 cc tapi diisi 200 cc, ya kurang bermanfaat. Kalau kelebihan juga malah tumpah ke mana-mana. Jadinya mubazir. Nah perencanaan kita jangan seperti itu,” ujarnya dengan nada satir.

Viman menegaskan, digitalisasi tidak boleh sekadar menjadi jargon birokrasi atau proyek teknologi yang terlihat canggih tetapi minim pemanfaatan.

Baca Juga:Ulama Turun ke Pengadilan, Dukung Polisi Berantas Miras di Kota TasikmalayaBI Tasikmalaya Bungkam Soal Sulitnya Daftar Tukar Uang Baru Lewat Aplikasi, Calo Digital Ramai di Medsos

Menurutnya, peran Diskominfo sangat strategis dalam mendukung visi misi pembangunan Kota Tasikmalaya, khususnya pada misi reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

“Kominfo ini ada di misi ketiga. Bicara reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Hari ini semuanya serba digital, jadi peran Kominfo harus benar-benar terasa,” katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya fungsi komunikasi publik yang selama ini kerap dianggap sepele.

Menurutnya, Diskominfo harus mampu menjadi corong pemerintah dalam menyampaikan kinerja pembangunan kepada masyarakat.

“Kominfo ini corong pemerintah. Kalau Kominfo tidak mampu menyampaikan apa yang sudah dikerjakan pemerintah, maka yang muncul di publik justru persepsi yang tidak baik,” katanya.

0 Komentar