Viman-Diky Catatkan Sejarah Kecil: PKL Diperbolehkan Jualan di HZ Mustofa!

PKL boleh berjualan di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya
Ilustrasi PKL jualan di HZ Mustofa. Olah digital AI / Gemini
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada satu jalan yang sejak dulu terasa “angker” bagi pedagang kaki lima di Kota Tasikmalaya. Namanya. Jalan Jalan KH Zaenal Mustofa.

Pendek saja jalannya. Tapi statusnya seperti jalan protokol paling sakral di kota itu. Lampunya terang. Trotoarnya lebar. Toko-toko modern berdiri rapi.

Dan satu aturan tidak tertulis selalu berlaku di sana. PKL dilarang keras berjualan. Bahkan saat Ramadan.

Baca Juga:Aksi Kamisan di Kota Tasikmalaya Soroti Impunitas dan Ketimpangan Sosial, Keadilan Jangan Hanya Jadi SloganMahasiswi UMB Sukses Bikin Tersenyum Bangga, Hasna Raih Juara Nasional Desain Program Pemberdayaan

Padahal di banyak kota lain, Ramadan justru identik dengan pasar dadakan di pusat kota. Tapi di Tasikmalaya, HZ Mustofa tetap steril.

Sudah begitu sejak lama. Sejak kota ini berpisah dari Kabupaten Tasikmalaya dan berdiri sendiri sebagai Kota Tasikmalaya.

Banyak wali kota sudah datang dan pergi. Tidak ada yang benar-benar membuka jalan itu untuk PKL.

Sampai akhirnya datang pasangan yang relatif muda: Viman Alfarizi Ramadhan dan wakilnya Diky Candra. Dan sejarah kecil itu terjadi.

Keputusan yang “berani”. Sebab Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi di Mako Satpol PP Kota Tasikmalaya, Rabu malam (4/3/2026).

Yang hadir cukup lengkap. Satpol PP. Dinas Perhubungan. Dinas KUMKM Perindag. Dinas Lingkungan Hidup. Bagian Ekonomi Setda.

Mereka membahas satu hal yang setiap tahun selalu muncul menjelang Lebaran: PKL dadakan di HZ Mustofa.

Baca Juga:Sunyi Terlalu Lama, Warga Curiga: Lansia di Kota Tasikmalaya Ditemukan Meninggal DuniaAkses Keuangan di Garut Diperluas, TPAKD Dorong UMKM dan Petani Keluar dari Zona “Cukup Seremoni”

Biasanya masalahnya selalu sama. Pedagang muncul. Lapak masuk badan jalan. Parkir semrawut. Lalu lintas macet. Akhirnya ditertibkan. Selesai.

Tahun ini ceritanya berbeda. Pemkot justru membuka ruang. PKL boleh. Tapi jangan semrawut.

Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah menyebut rapat itu sebagai tahap finalisasi penataan kawasan HZ Mustofa selama 10 hari terakhir Ramadan.

Pemerintah, katanya, merespons aspirasi masyarakat yang ingin berjualan. Tapi dengan catatan. Seragam. Bersih. Tidak membuat kota terlihat kumuh.

Tenda sarnafil harus sama bentuknya.

Kebersihan dijaga. Dan lalu lintas tidak boleh lumpuh. Dengan kata lain. PKL boleh, tapi tetap berkelas.

Jalan sempit, ide harus lebar. Masalah utama sebenarnya bukan pedagang. Masalahnya adalah ruang jalan yang makin sempit.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan menjelaskan, trotoar di HZ Mustofa sekarang jauh lebih lebar. Itu bagus untuk pejalan kaki.

0 Komentar