TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ramadan selalu punya cara sendiri untuk mengetuk hati.Kadang lewat suara beduk. Kadang lewat aroma kolak di dapur tetangga. Kadang juga lewat kantong plastik berisi beras, minyak, dan gula.
Senin pagi itu, pintu-pintu rumah lansia di Kota Tasikmalaya mulai diketuk. Bukan oleh petugas sensus. Bukan pula oleh penagih listrik.
Yang datang membawa sembako. Jumlahnya tidak sedikit. 12.943 paket. Itulah angka dari program Mayasari Peduli ke-17 yang digelar Yayasan Mayasari Bakti Utama (YMBU) bersama BAZNAS Kota Tasikmalaya pada Ramadhan 1447 Hijriyah.
Baca Juga:Obrolan Dua Orang Penting Gerindra!Kapolres Hariwang!
Angka yang besar. Tapi cara kerjanya justru sederhana: mengetuk rumah warga satu per satu.
Program ini dimulai dari Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu. Di sana, acara pembukaan dilakukan Senin (2/3/2026). Yang hadir cukup lengkap.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan datang langsung. Di sampingnya ada pengurus yayasan dan jajaran BAZNAS.
Namun acara seremonial itu sebenarnya hanya pembuka. Kerja sebenarnya ada di lapangan. Selama tiga hari—12 sampai 14 Ramadhan—paket sembako bergerak ke 69 kelurahan di Kota Tasikmalaya.
Distribusinya lewat UPZ kelurahan. Cara ini dipilih karena mereka yang paling tahu siapa yang benar-benar membutuhkan.
Dari total paket itu, pembagiannya juga jelas. 7.500 paket berasal dari Yayasan Mayasari Bakti Utama. 4.575 paket dari BAZNAS Kota Tasikmalaya.
Totalnya: 12.075 paket untuk Kota Tasikmalaya. Belum selesai. Masih ada 868 paket lagi yang dikirim ke wilayah Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya tiga desa. Penyalurannya dilakukan Kamis (5/3/2026) atau 15 Ramadhan.
Baca Juga:Pertamina Turunkan Satgas RAFI Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 HDua Gaya, Dua Pintu, Dua Era Bupati Tasikmalaya!
Jika dijumlah, keseluruhannya menjadi 12.943 paket sembako. Angka yang tidak kecil untuk sebuah program sosial lokal.
Bagi Dr. H. D. Suryatman, Wakil Ketua Umum Yayasan Mayasari Bakti Utama yang mewakili Ketua Umum Ir. H. Ade Ruhyana Mahpud, kegiatan ini bukan sesuatu yang baru.
Justru sebaliknya. Ini sudah menjadi tradisi. “Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini Mayasari Peduli kembali bisa dilaksanakan untuk yang ke-17 kalinya,” katanya.
Tujuh belas tahun. Artinya program ini sudah berjalan hampir dua dekade.
Di kota yang kadang cepat lupa pada program sosial, umur tujuh belas tahun adalah usia yang tidak sebentar.
