Tak Cuma Gelapkan Santunan Kematian, Oknum ASN Disnaker Kota Banjar Juga Disebut Tipu Calon Naker

oknum ASN Disnaker Banjar penipuan TKI
gambar ilustrasi: Chat GPT
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar terus menuai sorotan. Oknum ASN berinisial E diduga tidak hanya terlibat dalam kasus penggelapan santunan kematian anak buah kapal (ABK), tetapi juga penipuan terhadap calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dijanjikan bekerja di luar negeri.

Salah satu korban dugaan penipuan, Agus Setiawan (43), warga Dusun Purwodadi, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, mengaku hingga kini belum mendapatkan kejelasan sejak kasus tersebut terjadi pada 2025.

Ia mengaku dijanjikan oleh oknum ASN Disnaker Kota Banjar berinisial E untuk diberangkatkan bekerja ke Inggris sebagai pekerja pertanian.

Baca Juga:Tujuh Belas Tahun Mengetuk Pintu, Tahun Ini Mayasari Peduli Salurkan 12.943 Paket SembakoObrolan Dua Orang Penting Gerindra!

“Awal mula ketemu E ini saat ada kumpulan di awal tahun 2025, bersama beberapa orang calon yang mau kerja ke luar negeri,” ucapnya Kamis (05/03/2026).

Menurut Agus, pada awal April 2025 E datang ke rumahnya dan menawarkan pekerjaan sebagai pemetik buah apel di Inggris. Beberapa waktu kemudian E kembali datang untuk menyampaikan persyaratan yang harus dipenuhi.

“Di bulan Mei 2025 E datang lagi kerumah memberitahu persyaratan-persyaratan, kalau mau kerja di UK jadi pemetik buah apel,” jelasnya.

Persyaratan yang diminta antara lain pra medical, pembuatan ID card, paspor, sertifikat agricultur, SKCK, COS, MCU, biometrik hingga pengajuan visa. Seluruh biaya diminta ditransfer langsung kepada E.

Agus mengaku telah mentransfer sejumlah uang secara bertahap. Pertama Rp500 ribu untuk biaya pra medical, kemudian Rp2,5 juta untuk pembuatan ID card, Rp2,5 juta untuk pembuatan paspor, Rp2,1 juta untuk sertifikat agricultur dan SKCK, serta Rp1,8 juta untuk biaya COS.

Total uang yang telah ia kirim mencapai Rp9,4 juta. Agus menyebut di Kota Banjar saja terdapat lima orang korban dengan nilai kerugian yang berbeda-beda.

“Korbannya ada 5 orang, nominalnya beda-beda. Ada yang belum sama sekali dikembalikan dan ada juga yang cuma baru 50 persen,” terangnya.

Baca Juga:Kapolres Hariwang!Pertamina Turunkan Satgas RAFI Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Ia menyebut jumlah korban secara keseluruhan mencapai 24 orang yang berasal dari Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan wilayah Tasikmalaya Selatan. Para korban tergabung dalam satu grup WhatsApp.

0 Komentar