Ia menjelaskan, sistem distribusi BBM tidak hanya mengandalkan stok di terminal atau depo, tetapi juga pasokan baru yang terus mengalir dari kilang.
“Setiap kilang selesai ‘memasak’, produk langsung didistribusikan ke Priangan Timur. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Distribusi BBM untuk Tasikmalaya dan sekitarnya juga diperkuat dari Kilang Cilacap yang disalurkan melalui jaringan pipa menuju terminal BBM di wilayah Priangan Timur.
Baca Juga:Dari Ring ke Aksi Sosial: Indoboxing Santuni dan Buka Puasa Bersama 243 Anak Yatim Kota TasikmalayaViman Sentil Kadiskominfo Kota Tasikmalaya: Jangan Bangun “Rumah Digital” Tapi Isinya Kosong
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi selama Ramadan dan Idulfitri, Pertamina juga membentuk Satuan Tugas Ramadan–Idulfitri (Satgas RAFI) 1447 Hijriah.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menegaskan satgas tersebut disiapkan untuk memastikan distribusi energi tetap lancar selama arus mudik dan arus balik.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan Jawa Barat menjadi salah satu wilayah krusial dalam distribusi energi nasional karena mobilitas kendaraan yang sangat tinggi saat Lebaran.
“Selama Ramadan dan Idulfitri, kami memastikan pasokan BBM dan LPG tetap aman serta layanan kepada masyarakat berjalan optimal, khususnya di jalur mudik dan kawasan wisata,” katanya.
Di wilayah Priangan Timur, sejumlah layanan tambahan juga disiapkan. Salah satunya layanan motoris, yaitu pengantaran BBM kemasan bagi pemudik yang kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.
Layanan tersebut disiagakan di beberapa titik strategis seperti Gentong, Pos Gatur Kabupaten Tasikmalaya, Cikoneng, dan Pangandaran.
Selain itu, Pertamina juga menyiapkan fasilitas Mini Serambi MyPertamina di SPBU 34.463.01 Putra Pinggan sebagai tempat istirahat bagi pemudik.
Baca Juga:THR Pegawai Pemkot Tasikmalaya Belum Diputuskan, Viman: Uangnya Ada, Tinggal Atur Strategi FiskalAlumni SMAN 1 Tasikmalaya Perkuat Solidaritas Lewat Ratusan Paket Ramadan
SPBU modular juga disiapkan di kawasan wisata Pangandaran untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM selama libur Lebaran.
Dengan berbagai skema distribusi tersebut, jalur mudik di wilayah Priangan Timur—terutama rute Tasikmalaya menuju Pangandaran—diupayakan tetap aman dari risiko kelangkaan BBM.
Setidaknya untuk musim mudik tahun ini, pemudik bisa fokus menembus kemacetan. Urusan bensin, kata pemerintah, masih aman. Jangan sampai justru kepanikan yang membuat antrean di SPBU lebih panjang daripada perjalanan mudiknya sendiri. (ayu sabrina barokah)
