Remaja di Tawang Banteng Tasikmalaya Rela Jadi Kuli Angkut Pasir Demi Tetap Makan dan Sekolahkan Tiga Adiknya

anak yatim di tasikmalaya biayai adik jadi kuli
Riswan bersama kedua adiknya (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kisah pilu seorang remaja asal Desa Tawang Banteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, viral di media sosial.

Di usia yang seharusnya masih menikmati masa sekolah dan bermain bersama teman sebaya, Riswan justru harus memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga.

Remaja itu setiap hari bekerja sebagai kuli kasar pengangkut pasir. Pekerjaan berat tersebut ia lakoni demi menghidupi tiga adiknya yang masih kecil, setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia.

Baca Juga:Kapolres Hariwang!Pertamina Turunkan Satgas RAFI Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Setiap harinya, Riswan hanya memperoleh upah sekitar Rp30 ribu. Meski jumlahnya sangat terbatas, uang itu ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus memastikan ketiga adiknya tetap bisa bersekolah.

Keputusan menjadi buruh angkut pasir membuat Riswan harus merelakan bangku pendidikannya.

Jika anak seusianya masih memegang buku dan pena di ruang kelas, Riswan justru harus menggenggam cangkul dan linggis, bekerja di bawah terik matahari demi mengumpulkan rupiah.

Kehidupan mereka pun jauh dari kata layak. Dalam kesehariannya, Riswan dan ketiga adiknya kerap makan seadanya. Bahkan tidak jarang mereka hanya menyantap nasi tanpa lauk karena uang hasil kerjanya harus digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Kisah mereka semakin menyayat hati ketika diketahui bahwa Riswan dan adik-adiknya sempat terusir dari rumah oleh kakak tirinya. Tanpa tempat tinggal, mereka sempat kebingungan mencari tempat berteduh.

Namun di tengah kesulitan tersebut, kepedulian warga sekitar menjadi secercah harapan. Melalui gotong royong, masyarakat setempat membantu menyediakan sebuah gubuk sederhana agar Riswan dan adik-adiknya memiliki tempat untuk berteduh.

Meski hidup dalam keterbatasan, Riswan tetap tegar. Ia mengaku akan terus bekerja keras demi masa depan ketiga adiknya. Baginya, yang terpenting adalah adik-adiknya bisa tetap melanjutkan pendidikan dan memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Baca Juga:Dua Gaya, Dua Pintu, Dua Era Bupati Tasikmalaya!Habis Diserap MBG, Harga Komoditas di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Melambung

“Yang penting adik-adik bisa sekolah dan punya masa depan,” ujarnya dengan penuh harap. (Ujang Nandar)

0 Komentar