RADARTASIK.ID – Legenda AC Milan, Ruud Gullit, melontarkan kritik tajam terhadap sepak bola modern.
Mantan peraih Ballon d’Or itu bahkan mengaku sudah tidak lagi menikmati pertandingan sepak bola setelah menyaksikan laga Premier League antara Arsenal dan Chelsea.
Dalam wawancara dengan Sportmediaset, Gullit secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap perkembangan sepak bola saat ini.
Baca Juga:Allegri Senjata Rahasia AC Milan untuk Menyalip Inter dan Memenangkan ScudettoAndrea Ranocchia: Scudetto dalam Genggaman Inter Jika Kalahkan AC Milan, Jika Tidak…
Menurut mantan bintang tim nasional Belanda tersebut, permainan yang ditampilkan dalam pertandingan Arsenal melawan Chelsea mencerminkan bagaimana sepak bola modern telah kehilangan daya tariknya.
Gullit, yang pernah menjadi salah satu pemain terbaik dunia pada era 1980-an hingga awal 1990-an, merasa gaya permainan saat ini terlalu kaku dan minim kreativitas.
“Saya sudah memutuskan untuk berhenti menonton sepak bola. Saya tidak lagi menyukai olahraga ini,” ujar Gullit dengan nada tegas.
Ia menilai pertandingan antara Arsenal dan Chelsea yang ditontonnya justru menjadi contoh buruk dari arah perkembangan sepak bola modern.
“Saya menonton Arsenal melawan Chelsea, dan itu pertandingan yang sangat buruk. Saya melihat pemain yang hanya mencoba mendapatkan sepak pojok, mencoba mencari lemparan ke dalam, bahkan ada ball boy yang siap memberikan handuk kepada pemain,” sindirnya.
Menurut Gullit, situasi seperti itu membuat pertandingan terasa jauh dari esensi sepak bola yang sebenarnya.
Ia menilai permainan kini lebih fokus pada hal-hal kecil yang bersifat taktis dibandingkan menampilkan kreativitas dan keberanian individu pemain.
Baca Juga:Syarat Allegri Gabung Madrid: Minta Florentino Perez Beli Dua Bintang AC MilanStrahinja Pavlovic: Inter Bukan Favorit Pemenang di Derby Della Madonnina
“Sepak bola sekarang menjadi sesuatu yang mengerikan. Saya berharap ini bukan arah yang akan terus kita tuju,” tambahnya.
Lebih lanjut, pria berusia 63 tahun itu mengaku merindukan pemain-pemain yang berani mengambil risiko di lapangan, khususnya mereka yang mampu melewati lawan dengan dribel dan menciptakan momen spektakuler.
Menurut Gullit, pemain seperti Lamine Yamal menjadi salah satu contoh yang masih menunjukkan keberanian tersebut.
“Saya menunggu pemain yang berani menghadapi bek secara langsung, seperti Lamine Yamal. Saya merindukan kegembiraan itu,” ujarnya.
Ia menilai sepak bola modern terlalu dipenuhi instruksi taktis yang membuat pemain kehilangan kebebasan untuk berkreasi di lapangan.
