Kapolres Hariwang!

layanan 110 Polres Tasikmalaya Kota
Sosialisasi layanan 110 Polres Tasikmalaya Kota di sela kegiatan bukber bersama anak yatim di UPI Tasikmalaya. (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Suasana di Gedung Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tasikmalaya sore itu hangat. Buka bersama anak yatim bersama Scooter Tasikmalaya Club (STC), 1 Maret 2026, berlangsung penuh tawa dan doa.

Di tengah suasana religius itu, ada satu momen yang membuat hadirin tersenyum lebar. Kapolres Tasikmalaya Kota, Andi Purwanto, SIK, tiba-tiba bercerita tentang rasa “hariwang”-nya. Panik. Degdegan.

Bukan karena menyanyikan lagu religi. Bukan pula karena sambutan. Tapi karena ia hendak menyosialisasikan layanan 110.“Saya jadi hariwang (cemas, red),” katanya jujur.

Baca Juga:Pertamina Turunkan Satgas RAFI Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 HDua Gaya, Dua Pintu, Dua Era Bupati Tasikmalaya!

Ia ingin memastikan layanan itu benar-benar berjalan. Jangan sampai hanya bagus di atas kertas. Jangan sampai saat diuji malah tidak tersambung.

Lalu ia melakukan sesuatu yang spontan. Ia memanggil salah satu anak yatim ke depan. Diminta mencoba langsung. Menelepon 110 saat itu juga.

Ruangan mendadak hening. Beberapa scooter menahan napas. Anak-anak yatim memperhatikan dengan mata penasaran. Para tamu menunggu hasilnya.

Kapolres Andi terlihat tegang. Wajahnya tetap tenang. Tapi sorot matanya seperti orang menunggu hasil ujian nasional.Telepon berdering. Tersambung. Petugas menjawab.

Seketika ruangan pecah oleh tepuk tangan. Para scooter bersorak kecil. Anak-anak yatim tersenyum. Kapolres menghela napas lega. “Alhamdulillah,” ujarnya. Momen itu sederhana. Tapi penting.

Layanan 110 memang bukan program pribadi Kapolres. Itu adalah layanan darurat resmi Polri secara nasional. Tersedia 24 jam. Bebas pulsa. Bisa digunakan masyarakat untuk melaporkan tindak kriminal, gangguan kamtibmas, kecelakaan, hingga situasi darurat lainnya.

Namun yang menarik bukan sekadar penjelasan formalnya. Yang menarik adalah keberanian seorang Kapolres menguji layanannya sendiri di depan publik. Di depan anak-anak yatim. Di depan komunitas scooter.

Baca Juga:Habis Diserap MBG, Harga Komoditas di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya MelambungJasa Tukar Uang Bertebaran di Medsos, Nukar Rp100 Ribu Kena Biaya Rp 25 Ribu

Ia tidak ingin masyarakat hanya percaya karena jabatan. Ia ingin masyarakat percaya karena bukti.

Polres Tasikmalaya Kota memang menyiagakan personel untuk merespons setiap laporan yang masuk melalui 110. Respons cepat menjadi kata kunci. Dan sore itu, respons itu terbukti nyata.

Di sela-sela acara buka bersama, di tengah deru Vespa dan lantunan doa, ada pelajaran penting, pelayanan publik tidak cukup diumumkan. Ia harus diuji.

0 Komentar