Jika THR ASN Tak Datang di Kota Resik!

THR ASN, kota tasikmalaya
Iilustrasi THR
0 Komentar

Pertanyaan ini sebenarnya tidak hanya mengarah ke satu orang. Ini menyangkut sistem. Namun pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan kepala daerah.

Di situlah peran seorang wali kota diuji. Seorang pemimpin bukan hanya mengurus proyek. Bukan hanya meresmikan bangunan. Bukan hanya memotong pita.

Pemimpin juga harus peka pada hal yang paling sederhana. Isi perut pegawainya.ASN dan PPPK adalah mesin pemerintahan.Mereka yang menjalankan pelayanan setiap hari.

Baca Juga:DAG..DIG..DUG..THR ASN DI KOTA RESIK!Bagikan Kemanfaatan dalam Kesederhanaan, Radar Tasikmalaya dan Gandara Group Bagi-bagi Takjil di Jalan

Mereka yang mengurus administrasi warga. Mereka yang membuka kantor kelurahan setiap pagi. Jika mesin itu mulai gelisah, roda pemerintahan bisa ikut goyah.

Di sinilah keberanian dibutuhkan. Keberanian mengambil keputusan. Keberanian mencari solusi. Kadang solusi itu tidak sempurna. Kadang harus meminjam. Kadang harus menggeser anggaran. Kadang harus mengambil langkah yang tidak populer.

Namun itulah yang sering membedakan seorang pemimpin biasa dengan pemimpin yang benar-benar memimpin. Di beberapa daerah lain, kepala daerah sudah memilih jalan itu.

Mereka tidak menunggu situasi menjadi lebih rumit. Mereka mengambil langkah cepat agar pegawainya tenang. Di Kota Tasikmalaya, cerita itu masih belum selesai. Ramadan terus berjalan. Lebaran semakin dekat.

Dan di banyak ruang kantor pemerintahan, para ASN dan PPPK masih menunggu satu kabar. Kabar yang sederhana. Tapi sangat berarti. THR mereka benar-benar datang. Atau tidak sama sekali. (red)

0 Komentar