Jika THR ASN Tak Datang di Kota Resik!

THR ASN, kota tasikmalaya
Iilustrasi THR
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ramadan terus berjalan. Kalender tidak bisa dihentikan. Hari menuju Lebaran semakin dekat.

Di banyak kantor pemerintahan di Kota Tasikmalaya, obrolan tentang THR belum juga selesai. Masih sama. Masih satu topik.Masih satu pertanyaan. Cair atau tidak?

Jika benar tidak cair, dampaknya bukan sekadar soal uang. Bagi ASN dan PPPK, THR itu seperti napas tambahan menjelang Lebaran.

Baca Juga:DAG..DIG..DUG..THR ASN DI KOTA RESIK!Bagikan Kemanfaatan dalam Kesederhanaan, Radar Tasikmalaya dan Gandara Group Bagi-bagi Takjil di Jalan

Tanpa itu, banyak rencana langsung berubah. Ada guru yang sudah berjanji membelikan sepatu baru untuk anaknya.

Ada staf kecamatan yang sudah menabung setengah untuk pulang kampung. Ada pegawai honorer yang berharap THR menjadi satu-satunya uang lebih tahun ini.

Jika THR tidak datang, semuanya harus dihitung ulang. Bukan hanya pengeluaran. Tapi juga harapan. ASN mungkin masih punya gaji rutin. PPPK lebih rentan.

Banyak di antara mereka baru beberapa tahun menjadi pegawai pemerintah. Belum semua punya tabungan kuat. Belum semua punya cadangan keuangan.

THR bagi mereka bukan bonus. Sering kali itu penyelamat ekonomi keluarga menjelang Lebaran. Jika tidak cair, dampaknya bisa terasa sampai ke dapur rumah.

Ada yang harus menunda mudik. Ada yang harus menunda beli baju anak. Ada yang bahkan harus menunda membayar cicilan kecil. Hal-hal yang terlihat sederhana. Tapi terasa besar bagi keluarga pegawai.

Lalu pertanyaannya muncul. Kenapa ini bisa terjadi? Di dalam pemerintahan daerah ada satu tim penting. Namanya TAPD. Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Baca Juga:Viman Alfarizi dan Mimpi Menghidupkan Wiriadinata: Terbang Tinggi atau Mengulang Luka Lama! Padel Mengubah Peta Bisnis di Kota Tasikmalaya: Nongkrong dan Hitung-Hitungannya!

Tim inilah yang setiap tahun merumuskan bagaimana APBD disusun. Apa yang harus diprioritaskan. Apa yang harus diamankan.

Dan biasanya, THR adalah salah satu pos yang sudah dipahami sejak awal. Bukan hal baru. Bukan kejutan. Bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul di bulan Ramadan. Setiap tahun ada. Setiap tahun harus dihitung.

Karena itu, ketika muncul kabar sumber anggarannya belum jelas, pertanyaan berikutnya langsung muncul.Apa yang terjadi di meja perumusan anggaran?Apakah tidak dihitung sejak awal?Apakah ruang fiskalnya terlalu sempit?Atau ada prioritas lain yang lebih dulu dipenuhi?

0 Komentar