RADARTASIK.ID – Musim terakhir Paulo Dybala bersama AS Roma tampaknya akan dikenang sebagai musim yang penuh cobaan.
Penyerang asal Argentina yang dijuluki La Joya itu akhirnya harus menjalani operasi lutut kiri setelah serangkaian terapi konservatif yang dijalani selama lebih dari sebulan tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Pada Jumat pagi waktu setempat, Dybala tiba di klinik Villa Stuart, Roma, untuk menjalani prosedur artroskopi lutut kiri.
Baca Juga:Ada Klausul Anti Italia, Presiden Galatasaray Bantah Akan Jual Osimhen ke JuventusBrocchi Bantah Tudingan Jadi “Anjing Penjilat” Berlusconi: Saya Bersumpah demi Anak-anak Saya
Operasi ini bertujuan membersihkan sendi lutut yang selama beberapa pekan terakhir terus menimbulkan rasa nyeri dan membuatnya absen dari sejumlah pertandingan penting.
Cedera tersebut sebenarnya sudah mengganggu Dybala sejak akhir Januari lalu.
Ia terakhir kali tampil pada 25 Januari dalam pertandingan melawan AC Milan. Setelah itu, ia harus menepi karena mengalami peradangan pada lutut kirinya yang tak kunjung pulih sepenuhnya.
Selama lebih dari sebulan terakhir, tim medis Roma mencoba berbagai metode terapi konservatif untuk memulihkan kondisi sang pemain.
Dybala menjalani rangkaian perawatan intensif, termasuk fisioterapi dan akupunktur, dengan harapan bisa kembali bermain tanpa harus menjalani operasi.
Namun upaya tersebut ternyata tidak cukup untuk mengatasi masalah pada lututnya.
Masalah terbaru terjadi ketika Dybala kembali mengikuti sesi latihan tim pada Kamis pagi. Ia sempat bergabung dalam latihan kelompok yang digelar di pusat latihan Roma.
Namun sesi tersebut hanya berlangsung singkat bagi Dybala. Sekitar sepuluh menit setelah latihan dimulai, ia langsung merasakan sesuatu yang tidak beres pada lutut kirinya.
Baca Juga:Legenda AC Milan Tak Mau Lagi Nonton Sepak Bola Usai Saksikan Duel Arsenal vs ChelseaGasperini: Motivasi Saya Datang ke AS Roma karena Orang Menyebutnya Tempat yang Paling Sulit di Italia
Saat melakukan gerakan tertentu, rasa sakit kembali muncul sehingga ia terpaksa menghentikan latihan lebih awal.
Momen itu menjadi pukulan berat bagi pemain berusia 32 tahun tersebut, yang sebelumnya berharap bisa kembali memperkuat tim dalam waktu dekat.
Padahal beberapa hari sebelumnya hasil pemeriksaan medis sempat memberikan kabar cukup positif.
Berbagai tes menunjukkan tidak ada kerusakan serius pada lututnya, sehingga staf medis mencoba melanjutkan perawatan tanpa operasi.
Pada akhir pekan lalu, Dybala bahkan sempat kembali masuk dalam daftar pemain Roma untuk pertandingan Serie A. Namun kehadirannya lebih bersifat simbolis.
