Habis Diserap MBG, Harga Komoditas di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Melambung

dampak MBG Tasikmalaya
Beberapa pedagang mengupas bawang merah di Pasar Cikurubuk, Kamis 5 Maret 2026. (Rezza Rizaldi/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tasikmalaya mulai memunculkan efek berantai di pasar tradisional. Permintaan bahan pangan yang meningkat membuat sejumlah komoditas hortikultura hingga bumbu dapur mengalami lonjakan harga.

Pedagang sayuran di Pasar Cikurubuk, Ari Guntara (48), mengaku kenaikan harga mulai terasa pada beberapa komoditas sayuran sejak program MBG berjalan.

Menurutnya, lonjakan paling terasa terjadi pada selada yang kini menjadi salah satu bahan sayuran yang banyak diburu untuk kebutuhan dapur program tersebut.

Baca Juga:Transfer Pejabat Pemkab Tasik Tahun Ini: Pintu yang Sulit Diketuk (part 3-habis)Sentra Ikan, Telur, dan Hortikultura Disiapkan untuk MBG Kota Tasikmalaya agar Ekonomi Warga Ikut Kenyang

“Sekarang ada dampak dari MBG. Selada yang sebelumnya sekitar Rp18 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram, sekarang bisa sampai Rp40 ribu per kilogram,” ujar Ari kepada Radar, Kamis (5/3/2026).

Ia menilai kenaikan harga bukan hanya terjadi pada satu komoditas. Beberapa bahan pangan lain juga mulai bergerak naik mengikuti meningkatnya kebutuhan dapur program MBG.

Fenomena serupa juga dirasakan di sektor grosir bahan bumbu dapur. Owner Toko Bintang Makmur di Pasar Cikurubuk, Dara (50), mengatakan permintaan bawang, cabai, dan berbagai hasil bumi lainnya meningkat sejak banyak dapur MBG mulai beroperasi.

“Kalau ke toko saya malah terasa ramai. Banyak yang beli bumbu untuk kebutuhan dapur MBG,” tutur Dara.

Ia menjelaskan pola pembelian dari pengelola dapur cukup beragam. Ada yang membeli dalam jumlah besar sekaligus untuk stok, ada juga yang berbelanja setiap hari menyesuaikan kebutuhan dapur.

“Kadang ada yang beli sampai satu karung, sekitar 20 kilogram bawang. Tapi ada juga yang belinya harian, 10 kilo, 20 kilo, bahkan ada yang cuma dua atau tiga kilo tergantung dapurnya,” paparnya.

Selain meningkatnya permintaan dari dapur MBG, faktor musim juga turut memengaruhi harga komoditas. Menurut Dara, bawang merah kini bahkan lebih mahal dibanding bawang putih.

Baca Juga:LPS Lantik Pejabat Baru, Perkuat Kesiapan Penjaminan Polis 2027KPK Sasar Auditor BPK, Dua Dirjen PU Kompak Mundur

“Saat ini bawang merah sekitar Rp33 ribu per kilogram, bahkan bisa Rp35 ribu untuk yang dari Jawa. Biasanya kan di bawah bawang putih, tapi sekarang malah lebih mahal,” katanya.

Ia menambahkan harga bawang merah sangat cepat berubah, bahkan bisa berubah setiap dua hari sekali, terutama saat musim hujan karena banyak hasil panen yang rusak.

0 Komentar