Gema Semesta Mengaji Luncurkan Aplikasi Data Sintaksis Juz Amma di SMA Al Muttaqin

juz amma
Tangkapan layar, GSM meluncurkan Sintaksis Juz Amma di SMA Al Mutaqien Full Day School secara daring Jumat (6/3/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Gema Semesta Mengaji Indonesia (GSM) meluncurkan aplikasi data Sintaksis Juz Amma sekaligus website resmi GSM di SMA Al Muttaqin Fullday School, Jumat (6/3/2026).

Inovasi tersebut dikembangkan untuk mendukung pembelajaran Alquran berbasis teknologi sekaligus memudahkan akses kajian Alquran bagi masyarakat.

Founder GSM, Dr I M Ulum MAg, menjelaskan bahwa GSM mengembangkan sistem pembelajaran Alquran yang disusun dalam tiga level.

Baca Juga:Tujuh Belas Tahun Mengetuk Pintu, Tahun Ini Mayasari Peduli Salurkan 12.943 Paket SembakoObrolan Dua Orang Penting Gerindra!

Level pertama difokuskan pada pembelajaran membaca Alquran, level kedua pada pembelajaran bahasa Arab dari tingkat dasar, sedangkan level ketiga diarahkan pada pemahaman juz amma menggunakan kaidah yang terdapat dalam kitab Jurmiyah.

Menurutnya, pada level pertama pembelajaran difokuskan pada pengenalan makhorijul huruf yang disertai contoh surat-surat pendek dalam Alquran. Materi tersebut disusun dalam 14 pokok bahasan sebagai dasar bagi peserta didik untuk memahami cara membaca Alquran dengan benar.

Ia menuturkan metode pengenalan makhorijul huruf tidak disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah, melainkan dimulai dari huruf yang dinilai paling mudah dipelajari oleh pemula.

“Kami tidak mengajarkan hamzah dulu karena itu terkategori makhorijul huruf yang membutuhkan ketelitian,” ujarnya.

Selain mengembangkan sistem pembelajaran, GSM juga berupaya memperluas sosialisasi metode tersebut kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif.

Sementara itu, Dr Yufridal Fitri Nursalam MPd menilai pengembangan aplikasi pembelajaran Alquran berbasis teknologi menjadi langkah penting di tengah masih terbatasnya kemampuan membaca Alquran di kalangan mahasiswa.

Ia menyebut hal tersebut juga sejalan dengan instruksi terbaru dari Kementerian Agama yang mendorong penguatan pembelajaran Alquran di lingkungan perguruan tinggi, termasuk di UIN Ponorogo tempat ia mengajar.

Baca Juga:Kapolres Hariwang!Pertamina Turunkan Satgas RAFI Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua bahwa pembelajaran alquran ini punya tantangan tersendiri. Maka, jalur yang coba kita lakukan adalah jalur teknologi pengembangan ini,” terangnya.

Menurutnya, aplikasi yang saat ini masih berfokus pada kajian juz amma diharapkan dapat terus dikembangkan hingga mencakup seluruh 30 juz Alquran sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas oleh kalangan akademisi, santri, maupun guru.

“Kita tadi masih pada wilayah-wilayah Juz Amma, Juz 30, kita berharap ini bisa diturunkan untuk 30 juz sehingga ketika para akademisi, para santri, para guru ingin mencari data-data seperti yang saya sampaikan tadi mereka sangat mudah prosesnya,” ujarnya.

0 Komentar