Gasperini: Motivasi Saya Datang ke AS Roma karena Orang Menyebutnya Tempat yang Paling Sulit di Italia

Gian Piero Gasperini
Gian Piero Gasperini Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, mengungkapkan alasan di balik keputusannya menerima tantangan melatih klub ibu kota Italia tersebut.

Menurutnya, justru karena Roma sering disebut sebagai tempat paling sulit bagi seorang pelatih di Italia, ia merasa tertantang untuk membuktikan diri.

Hal itu diungkapkan Gasperini saat menghadiri sesi tanya jawab bersama para mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Sacro Cuore di Roma.

Baca Juga:Radja Nainggolan: Lautaro dan Spalletti yang Buat Inter Pecat Mauro IcardiAllegri Senjata Rahasia AC Milan untuk Menyalip Inter dan Memenangkan Scudetto

Dalam kesempatan tersebut, pelatih berusia 68 tahun itu berbicara tentang perjalanan kariernya, mulai dari masa lalu, pengalaman sulit, hingga tantangan barunya bersama Roma.

Gasperini mengakui bahwa keputusan melatih Roma bukanlah pilihan yang mudah. Namun justru tingkat risiko yang tinggi membuatnya semakin tertarik.

“Saya memilih Roma karena ingin menguji diri saya sendiri. Saya ingin pergi ke tempat yang oleh banyak orang disebut sebagai kota paling sulit di Italia untuk melatih,” kata Gasperini dikutip dari Calciomercato.

Menurutnya, tekanan besar yang selalu mengiringi Roma justru menjadi sumber motivasi tersendiri.

“Saya datang ke Roma karena jika Anda berhasil di sini, kepuasan yang didapat akan jauh lebih besar. Risiko yang ada? Tentu yang paling tinggi. Tapi justru karena itu saya ingin mencobanya,” lanjutnya.

Bagi Gasperini, sepak bola adalah dunia yang penuh tantangan. Ia percaya setiap pelatih harus berani keluar dari zona nyaman untuk terus berkembang.

“Ini adalah sebuah tantangan. Kita hidup dari tantangan. Ketika suatu hari nanti saya meninggalkan pengalaman ini, saya ingin memiliki kepastian bahwa saya telah memberikan segalanya. Bagi saya, itu sudah sangat berarti,” ujarnya.

Baca Juga:Andrea Ranocchia: Scudetto dalam Genggaman Inter Jika Kalahkan AC Milan, Jika Tidak…Syarat Allegri Gabung Madrid: Minta Florentino Perez Beli Dua Bintang AC Milan

Dalam kesempatan yang sama, Gasperini juga mengenang salah satu periode paling sulit dalam kariernya, yaitu saat melatih Inter Milan pada 2011.

Kala itu, ia hanya bertahan sangat singkat sebelum akhirnya dipecat.

Pelatih asal Italia itu mengakui bahwa pengalaman tersebut awalnya terasa seperti kegagalan besar dalam kariernya.

“Dalam hidup kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Saya selalu menjalani karier yang terus menanjak, lalu tiba-tiba mengalami kejatuhan yang tampak sangat besar,” kenangnya.

0 Komentar