Dinilai Belum Terlhat Gebrakan Kinerja, Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Sentil Kinerja Dua Kadis Impor

Pemkab Tasikmalaya
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Andi Supriyadi. (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kinerja dua kepala dinas baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menuai sorotan dari kalangan legislatif. Hingga beberapa waktu setelah dilantik, keduanya dinilai belum menunjukkan progres yang signifikan dalam menjalankan tugasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Supriadi, secara terbuka mengkritik kinerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPU-TRPP-LH) serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Menurut Andi, kedua pejabat yang berasal dari luar daerah itu yang kerap dijuluki sebagai “pejabat impor” seharusnya mampu menghadirkan perubahan dan percepatan pembangunan di Tasikmalaya. Namun hingga kini, ia menilai belum ada langkah nyata yang dirasakan.

Baca Juga:SSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak YatimSekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 Pejabat

“Sejak dilantik, gaung kinerja kedua kepala dinas ini belum terdengar. Publik belum melihat arah kerja atau program yang menonjol. Jangan sampai alasan adaptasi dijadikan pembenaran untuk bekerja lambat,” tegas Andi saat ditemui awak media.

Ia menilai, sebagai pimpinan baru yang dipercaya memegang jabatan strategis, keduanya seharusnya segera memetakan persoalan di sektor masing-masing dan menghadirkan solusi konkret.

Terlebih, kedatangan pejabat dari luar daerah diharapkan membawa perspektif baru serta inovasi dalam tata kelola pemerintahan.

Dalam evaluasinya, Andi menyebut ada tiga persoalan utama yang menjadi catatan serius DPRD terhadap dua dinas tersebut.Pertama, persoalan kepegawaian yang dinilai masih belum tertata dengan baik. Di lingkungan Disdikbud maupun DPU-TRPP-LH, berbagai persoalan internal disebut masih berlarut tanpa penyelesaian yang jelas dari pimpinan baru.

Kedua, minimnya program inovatif yang mampu mendorong percepatan pembangunan daerah. Hingga memasuki kuartal awal tahun ini, Andi menilai belum terlihat adanya program unggulan atau terobosan strategis dari kedua dinas tersebut.

Ketiga, kondisi darurat rehabilitasi sekolah yang menjadi perhatian khusus di sektor pendidikan. Ia mengungkapkan masih banyak bangunan sekolah di Kabupaten Tasikmalaya yang mengalami kerusakan, namun belum tersentuh program revitalisasi secara menyeluruh, hungga revitalisasi yang bermaslalah.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 itu menegaskan, persoalan sekolah rusak tidak boleh dibiarkan berlarut karena berkaitan langsung dengan keselamatan serta kenyamanan para siswa saat belajar.

0 Komentar