Penjabat Sekda Kabupaten Tasikmalaya Roni Ahmad Sahroni mengakui dirinya terlambat menghadiri undangan rapat kerja gabungan tersebut.
“Jadi memang kami terlambat datang ke sini, mohon maaf kami pun sebelumnya ada tugas lain yang harus tetap dilaksanakan. Dan kami hadir berusaha untuk memenuhi undangan rapat kerja yang kami terima,” ungkap Roni.
Menanggapi soal keseriusan pemerintah daerah dalam menyikapi nasib PPPK guru paruh waktu, Roni menegaskan pihaknya berkomitmen mencari solusi terbaik.
Baca Juga:Kapolres Hariwang!Pertamina Turunkan Satgas RAFI Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
“InsyaAllah serius, serius…sangat serius. Karena itu merupakan nasib orang yang harus diperhatikan. InsyaAllah dalam rapat kerja yang dijadwalkan ulang hadir, mudah-mudahan tidak ada halangan dan ada kegiatan lain,” ungkap Roni.
Terkait solusi bagi gaji dan nasib PPPK guru paruh waktu, ia mengatakan pemerintah daerah masih merumuskan langkah terbaik.
“Kita harus rumuskan, cari jalan yang terbaik, yang jelas bahwa pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sangat respon terhadap hal itu. Dan sedang mencarikan solusi yang terbaik, bagi rekan-rekan dan saudaraku PPPK paruh waktu,” tambah Roni.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dudi Rohdinulhak menyatakan menerima keputusan DPRD yang menjadwalkan ulang rapat kerja gabungan tersebut.
“Keputusan ini merupakan kewenangan dan hak dari dewan. Yang jelas kita sudah berupaya mengikuti dan hadir dalam rapat kerja gabungan komisi IV dan I ini,” ungkap Dudi.
Ia menjelaskan Kepala Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Wandi Herviandi sebenarnya berada di sekitar kompleks DPRD saat rapat berlangsung, namun terjadi miskomunikasi.
“Namun ada miss komunikasi saling menunggu. Tapi yang jelas kami serius menyikapi apa yang disampaikan dan menjadi aspirasi PPPK guru paruh waktu ini,” terang Dudi.
Baca Juga:Dua Gaya, Dua Pintu, Dua Era Bupati Tasikmalaya!Habis Diserap MBG, Harga Komoditas di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Melambung
Menurutnya, keberadaan guru paruh waktu sangat dibutuhkan karena Kabupaten Tasikmalaya masih kekurangan tenaga pengajar. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian.
“Jadi harus disejahterakan agar mereka (PPPK Guru Paruh Waktu, red) itu betul-betul berkonsentrasi dalam menjalankan tugasnya. Yang jelas nanti seperti apa solusinya akan dibahas di rapat kerja gabungan yang dijadwalkan ulang,” pungkasnya. (Diki Setiawan)
