Menurut Brocchi, sosok seperti Berlusconi yang sukses di dunia bisnis dan sepak bola tentu mampu menilai seseorang secara objektif.
“Orang yang menjadi pemimpin besar di dunia tahu bagaimana mengenali orang lain. Dia tidak akan mempertaruhkan proyek klub hanya karena rasa simpati,” pungkasnya.
Jejak Brocchi Bersama AC Milan
Cristian Brocchi memiliki perjalanan panjang bersama AC Milan, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.
Baca Juga:Allegri Senjata Rahasia AC Milan untuk Menyalip Inter dan Memenangkan ScudettoAndrea Ranocchia: Scudetto dalam Genggaman Inter Jika Kalahkan AC Milan, Jika Tidak…
Ia pertama kali bergabung dengan Rossoneri pada 2001 setelah sebelumnya memperkuat Hellas Verona.
Sebagai gelandang pekerja keras, Brocchi memang bukan tipe pemain yang sering menjadi sorotan.
Namun perannya dalam menjaga keseimbangan lini tengah membuatnya menjadi pemain yang cukup penting dalam skuad Milan saat itu.
Selama periode pertamanya di Milan, Brocchi turut merasakan sejumlah kesuksesan besar.
Ia menjadi bagian dari tim yang menjuarai Liga Champions 2002/2003 setelah mengalahkan Juventus di final melalui adu penalti di Old Trafford.
Selain itu, ia juga ikut meraih gelar Coppa Italia pada musim yang sama.
Pada 2005, Brocchi sempat meninggalkan Milan untuk bergabung dengan Fiorentina dan kemudian Lazio.
Baca Juga:Syarat Allegri Gabung Madrid: Minta Florentino Perez Beli Dua Bintang AC MilanStrahinja Pavlovic: Inter Bukan Favorit Pemenang di Derby Della Madonnina
Bersama Lazio, ia bahkan berkembang menjadi salah satu gelandang berpengaruh di tim tersebut.
Namun pada 2012, Brocchi kembali ke Milan untuk menutup karier profesionalnya. Ia pensiun sebagai pemain pada akhir musim 2012/2013.
Setelah gantung sepatu, Brocchi memulai karier kepelatihan di akademi Milan dan kemudian dipercaya menangani tim Primavera.
Pada 2016, ia sempat ditunjuk sebagai pelatih tim utama menggantikan Sinisa Mihajlovic menjelang akhir musim.
Meski masa kepelatihannya bersama tim senior Milan terbilang singkat, pengalaman tersebut tetap menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya di klub yang telah membesarkan namanya.
Kini, sebagai analis sepak bola, Brocchi masih sering membahas perkembangan Milan dan sepak bola Italia.
Namun satu hal yang ingin ia luruskan adalah tudingan lama tentang kedekatannya dengan Berlusconi.
Bagi Brocchi, reputasi dan integritasnya sebagai profesional jauh lebih penting daripada label yang selama ini dilekatkan kepadanya.
