RADARTASIK.ID – Mantan gelandang dan pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, akhirnya angkat bicara mengenai tudingan lama yang menyebut dirinya sebagai “anak emas” atau bahkan “penjilat” mantan presiden klub, Silvio Berlusconi.
Brocchi dengan tegas membantah anggapan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan terbesar yang pernah beredar tentang dirinya.
Usai meninggalkan dunia sepak bola, Brocchi bekerja sebagai analis untuk DAZN.
Baca Juga:Allegri Senjata Rahasia AC Milan untuk Menyalip Inter dan Memenangkan ScudettoAndrea Ranocchia: Scudetto dalam Genggaman Inter Jika Kalahkan AC Milan, Jika Tidak…
Dalam sebuah episode terbaru podcast Che Calcio Dici milik Rompipallone, pria asal Italia itu menceritakan kembali pengalamannya selama berada di AC Milan, termasuk hubungannya dengan Berlusconi yang selama bertahun-tahun memimpin klub tersebut.
Menurut Brocchi, label sebagai “anak emas Berlusconi” justru menjadi beban besar dalam perjalanan kariernya.
“Bagi saya, Berlusconi adalah antara berkah dan kutukan,” kata Brocchi.
Ia menjelaskan bahwa tudingan tersebut membuat banyak orang salah memahami posisinya di klub.
“Saya harus membayar mahal karena ada yang mengatakan bahwa saya adalah kesayangan Berlusconi, bahkan disebut penjilat Berlusconi. Saya bersumpah demi anak-anak saya, itu adalah kebohongan terbesar yang pernah dikatakan tentang saya,” tegasnya.
Brocchi menegaskan bahwa hubungannya dengan Berlusconi justru didasarkan pada profesionalisme, bukan kedekatan pribadi seperti yang sering dituduhkan.
Menurutnya, Berlusconi menghargainya karena sikapnya yang selalu jujur dan tidak pernah berusaha mencari keuntungan pribadi dengan mendekati sang presiden klub.
Baca Juga:Syarat Allegri Gabung Madrid: Minta Florentino Perez Beli Dua Bintang AC MilanStrahinja Pavlovic: Inter Bukan Favorit Pemenang di Derby Della Madonnina
“Menurut saya Berlusconi menghargai saya justru karena saya berbeda dari yang lain. Saya tidak pernah menjilatnya, tidak pernah mencoba bersikap licik. Saya selalu menjadi diri sendiri,” ujar Brocchi.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya bukan tipe orang yang sering menghubungi Berlusconi untuk mencari perhatian atau keuntungan.
“Saya bukan orang yang menelepon Berlusconi. Saya tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu,” katanya.
Brocchi percaya bahwa apresiasi Berlusconi terhadap dirinya datang dari apa yang ia tunjukkan di lapangan, bukan dari hubungan personal di luar sepak bola.
“Sebagai pemain, wajar jika dia menyukai saya. Dia melihat bagaimana saya bekerja, bagaimana saya selalu siap ketika dibutuhkan, dan bagaimana komitmen saya terhadap seragam Milan,” jelasnya.
