TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Polemik penukaran uang baru menjelang Lebaran di Kota Tasikmalaya belum juga menemukan titik terang.
Di tengah keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan kuota melalui aplikasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya justru memilih diam.
Radar Tasikmalaya telah mencoba mengonfirmasi persoalan ini kepada Humas Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya sejak Jumat (26/2/2026) melalui nomor ponsel yang bersangkutan.
Baca Juga:JNE Dorong Kreativitas Lewat Content Competition 2026 dan Program BergemaMudik Lebaran 2026, Pertamina Siapkan Motoris BBM di Jalur Gentong Tasikmalaya hingga Pangandaran
Namun hingga Kamis (5/3/2026) pukul 13.27 WIB, pesan yang dikirim belum mendapat balasan.
Upaya konfirmasi kembali dilakukan, tetapi hingga berita ini dikirim ke redaksi sekitar pukul 14.15 WIB, tidak ada tanggapan yang diberikan.
Di saat antrean digital warga terus memanjang, jawaban dari otoritas justru belum juga datang—seolah sinyal klarifikasi ikut tersangkut di jaringan yang sama dengan slot aplikasi.
Sementara itu, di media sosial justru bermunculan tawaran jasa penukaran uang baru dengan tambahan biaya administrasi.
Fenomena ini beredar di sejumlah grup Facebook, salah satunya di grup Wisata Belanja Tasik Online.
Salah satu akun bernama Yulia Ag memposting tawaran jasa tersebut.
“Ready buat yang mau tukar uang baru edisi Lebaran. Lok Ampera taskot. Pemesanan WA 089524744xxx,” tulisnya dalam unggahan yang beredar di grup tersebut.
Di lapangan, layanan penukaran uang baru juga tidak lagi mudah ditemukan di jalur informal seperti warung BRILink.
Baca Juga:Aksi Kamisan di Kota Tasikmalaya Soroti Impunitas dan Ketimpangan Sosial, Keadilan Jangan Hanya Jadi SloganMahasiswi UMB Sukses Bikin Tersenyum Bangga, Hasna Raih Juara Nasional Desain Program Pemberdayaan
Rosa Rosdiana (35), pengelola warung BRILink di kawasan Argasari, Kecamatan Cihideung, mengaku sejak tahun lalu pihaknya sudah tidak melayani penukaran uang baru.
“Di kita mah tidak bisa, Kang. Dari tahun kemarin juga tidak ada penukaran uang baru. Harus ke bank. Tahun ini juga katanya harus lewat aplikasi BI,” ujarnya kepada Radar Tasikmalaya.
Meski begitu, ia mengakui banyak tawaran jasa penukaran uang baru yang beredar di media sosial dengan tarif tambahan yang tidak kecil.
“Ramai di medsos yang nawarin. Tapi ada biaya adminnya. Saya lihat di Facebook, tukar Rp1 juta itu adminnya sekitar Rp150 ribu,” katanya.
Menurutnya, untuk nominal Rp500 ribu bahkan bisa dikenakan tambahan sekitar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu.
