Babak Baru Federico Barba di Persib Bandung, Merasakan Latihan Malam Hari di Bulan Ramadan

Babak Baru Federico Barba di Persib Bandung
Babak Baru Federico Barba di Persib Bandung, Merasakan Latihan Malam Hari di Bulan Ramadan. Foto: Persib
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Musim 2025/26 menjadi babak baru dalam perjalanan karier bek asal Italia, Federico Barba.

Untuk pertama kalinya ia merasakan atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia melalui panggung BRI Super League bersama Persib Bandung.

Namun pengalaman itu bukan hanya soal pertandingan dan persaingan di lapangan, melainkan juga tentang perjumpaan dengan suasana khas yang datang setiap bulan Ramadan.

Baca Juga:Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Transisi Energi, Termasuk PLTS, Motor Listrik dan Kompor Listrik Suporter Persik Kediri Dilarang Datang ke GBLA, Manajemen Persib Minta Semua Pihak Taat Aturan

Di ruang ganti yang mayoritas dihuni pemain muslim, Barba menyaksikan bagaimana ritme kehidupan tim berubah.

Jadwal latihan bergeser. Federico Barba merasakan latihan malam hari di bulan Ramadan karena menyesuaikan dengan waktu berbuka dan ibadah.

Bagi sebagian orang mungkin ini terasa berbeda, tetapi bagi bek yang pernah memperkuat Como 1907 tersebut, perubahan itu justru menjadi bagian dari dinamika sepak bola yang harus dihargai.

Ia memahami bahwa beradaptasi dengan budaya klub merupakan bentuk penghormatan terhadap lingkungan tempatnya bermain.

Karena itu, ia menyesuaikan diri tanpa banyak kesulitan ketika sesi latihan dimulai pada pukul 20.30 WIB—jam yang sama dengan waktu kick-off pertandingan selama Ramadan.

Menurutnya, perubahan tersebut pada dasarnya hanya soal memindahkan waktu aktivitas tim.

“Kami hanya perlu mengubah waktu latihan, beradaptasi, atau seperti sekarang, kami menggelar latihan di waktu yang sama dengan jadwal pertandingan. Jadi bagi saya tidak ada yang berubah,” papar Barba.

Barba menggambarkan bahwa dirinya tidak merasakan perbedaan berarti.

Baca Juga:Semen Padang: Dari Mantan Pelatih Persib ke Eks Gelandang Persib, Terima Kasih Dejan AntonicIni Buktinya Persib Lebih dari Sebuah Klub, Jadi Bagian dari Kemanusiaan di Tengah Keprihatinan

Ia menilai tim hanya perlu menyesuaikan jadwal latihan agar selaras dengan waktu pertandingan, dan setelah itu semuanya berjalan sebagaimana biasa.

Pengalaman panjangnya bermain di Eropa juga membuatnya terbiasa dengan jadwal pertandingan yang fleksibel.

Dalam pandangannya, pesepak bola profesional memang dituntut siap tampil kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari.

Karena itu, ia menilai kick-off yang lebih larut selama Ramadan bukanlah sesuatu yang asing baginya.

Di tengah suasana bulan suci, perjalanan kompetisi bagi Persib belum berhenti.

Tim berjuluk Maung Bandung itu masih memiliki dua laga yang harus dijalani sebelum Ramadan berakhir.

Pertama, mereka akan menjamu Persik Kediri pada pekan ke-25 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (9/3).

0 Komentar