Strahinja Pavlovic: Inter Bukan Favorit Pemenang di Derby Della Madonnina

Strahinja Pavlovic
Strahinja Pavlovic Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

Salah satu derby yang paling berkesan baginya bersama Milan adalah kemenangan 3-0 atas Inter pada semifinal Coppa Italia musim lalu.

“Biasanya derby sangat keras dan penuh duel sehingga sulit untuk benar-benar menikmati permainan. Tapi pada pertandingan itu saya benar-benar menikmatinya,” ungkap Pavlovic.

Pavlovic juga berbagi cerita tentang keputusannya bergabung dengan Milan.

Menurutnya, berjalan di sekitar Milanello sudah cukup untuk memahami betapa besarnya sejarah klub tersebut.

Baca Juga:Ditolak Jurgen Klopp, Real Madrid Incar Allegri untuk Gantikan ArbeloaAllegri Tak Setuju AC Milan Akan Jual Fofana Jika Sukses Datangkan Bintang Muda Corinthians

“Di mana-mana ada foto legenda klub, di ruang makan, ruang ganti, bahkan di gym. Sangat membanggakan mengenakan jersey yang pernah dipakai para legenda itu,” ujarnya.

Sebelum bergabung dengan Milan, Pavlovic juga mencari informasi tentang Serie A dari beberapa pemain Serbia yang sudah lebih dulu merasakan kerasnya liga Italia, termasuk Luka Jovic, Nikola Milenkovic, dan Dusan Vlahovic.

Di bawah arahan pelatih Massimiliano Allegri, Pavlovic merasa berkembang terutama dalam aspek bertahan.

“Pelatih sangat fokus pada pertahanan. Kami membuat banyak kemajuan, tetapi ini bukan hanya kerja para bek. Penyerang dan gelandang juga membantu kami. Saya belajar banyak detail kecil dari Allegri yang sebelumnya tidak saya perhatikan,” jelasnya.

Meski Milan belum sepenuhnya puas dengan perolehan poin sejauh ini, Pavlovic menegaskan bahwa peluang meraih Scudetto belum tertutup.

“Masih ada sebelas pertandingan tersisa. Kami akan berusaha mendapatkan hasil maksimal. Yang terpenting adalah tetap bersatu dan memberikan segalanya sampai menit terakhir,” katanya.

Menariknya, Pavlovic juga mengakui bahwa menghadapi rekan setim tertentu dalam latihan justru terasa lebih sulit.

Baca Juga:Daftar Kiper Incaran Juventus untuk Gantikan Michele Di Gregorio: Dari Carnesecchi Hingga VicarioCurhat Sarri Usai Lazio Ditahan Imbang Atalanta: Tim Sudah Mulai Terbiasa dengan Situasi Menyedihkan

Ia menyebut Christian Pulisic sebagai pemain yang paling menyulitkannya, bahkan lebih dari Leao.

“Leao memang sulit dihentikan, tetapi Pulisic lebih merepotkan bagi saya. Dia cepat dan selalu lolos dari duel, seperti ular yang meluncur,” tutup Pavlovic.

Dengan kepercayaan diri tinggi dan keyakinan bahwa derby selalu menghadirkan kejutan, Milan kini bersiap menghadapi duel panas melawan Inter.

Bagi Pavlovic dan rekan-rekannya, kemenangan di Derby della Madonnina bukan hanya soal gengsi, tetapi juga menjaga mimpi Scudetto tetap hidup hingga akhir musim.

0 Komentar