Target besarnya bukan hanya memenuhi kebutuhan MBG, tetapi juga membangun kemandirian pangan lokal dan menekan angka stunting.
Dengan ratusan usulan dari kelurahan dan kecamatan, Pemkot Tasikmalaya berharap MBG tak sekadar menjadi program bagi-bagi makanan, tetapi mesin penggerak ekonomi rakyat.
“MBG itu seharusnya bukan cuma bikin anak kenyang, tapi bikin petani senyum. Kalau uangnya muter di Tasik, baru itu namanya program bergizi dan berdaulat,” pungkas Diky. (Rezza Rizaldi)
