DLH Kota Banjar Sebut Anggaran Penanganan Sampah 2026 Rp 0

Anggaran penanganan sampah
Petugas DLH Kota Banjar saat mengangkut sampah organik dari masyarakat beberapa bulan lalu. (Istimewa)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar terus berupaya melakukan penanganan sampah. Terlebih Kota Banjar mendapat predikat menuju kota bersih tingkat nasional tahun 2025.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar Asep Tatang Iskandar melalui Kabid Pengelolaan Sampah Uun Maryonah mengatakan, mengeluarkan inovasi untuk penanganan sampah. Namanya Pamor Berbi.

“Apa itu inovasi Pamor Berbi? Pamor Berbi yakni penjemputan sampah organik berlanjut biokonversi,” ucapnya, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:Sentra Ikan, Telur, dan Hortikultura Disiapkan untuk MBG Kota Tasikmalaya agar Ekonomi Warga Ikut KenyangLPS Lantik Pejabat Baru, Perkuat Kesiapan Penjaminan Polis 2027

Pamor Berbi merupakan inovasi DLH Kota Banjar dalam menangani sampah. Nantinya, sampah organik dari masyarakat dijemput petugas tanpa biaya alias gratis. Sampah itu selanjutnya akan diolah menjadi pakan magot hingga kompos.

Setidaknya dengan inovasi tersebut bisa mengurangi jumlah sampah organik dari masyarakat hingga instansi lainnya yang menghasilkan sampah.

Diakuinya, anggaran untuk penanganan sampah tahun 2026 tidak ada sama sekali alias Rp 0. Adapun anggaran hanya untuk BBM pengangkutan sampah.

“Tahun sebelumnya ada mencapai Rp430 juta, dipergunakan untuk membeli peralatan hingga biaya perawatan TPS. Tahun ini tidak ada karena terdampak efisiensi,” jelasnya.

Namun kata dia, untuk penanganan sampah di TPA tahun ini sekitar Rp420 juta diperuntukkan tanah urug, penangkap gas metan hingga dampak negatif bau TPA ke masyarakat dengan memberikan sembako.

Meski begitu, pihaknya akan memaksimalkan inovasi Pamor Berbi dalam penanganan sampah. Karena pengurangan sampah cukup berdampak.

Biasanya sampah yang dibuang ke TPA mencapai 49 sampai 50 ton per hari, sehingga bisa berkurang hingga mencapai 6 ton per hari. Kini turun menjadi 44 ton per hari yang masuk ke TPA.

Baca Juga:KPK Sasar Auditor BPK, Dua Dirjen PU Kompak MundurTransfer Pejabat Pemkab Tasik Tahun Ini: Gaung Kadis Impor yang Belum Terdengar (part2)

“Sebenarnya masalah sampah bisa terus terus berkurang yang dibuang ke TPA, jika masyarakatnya sadar mau memilah sampah dari rumah (sumbernya),” pungkasnya.

Menurutnya, salah satu cara menyadarkan masyarakat agar mau memilah sampah dengan terus memberikan edukasi terjun ke setiap pertemuan atau kegiatan di masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga memberikan edukasi ke anak-anak di sekolah untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah.

Kata dia, perubahan perilaku masyarakat memang sulit, namun jika edukasi melalui anak-anak maka akan ditanamkan pembiasaan sejak dini.

0 Komentar