“Ruang guru hampir semuanya terdampak. Dokumen alhamdulillah masih bisa diselamatkan walaupun ada yang basah. Tapi dua komputer dan satu printer rusak,” terangnya.
Kejadian tersebut juga berdampak pada aktivitas sekolah. Untuk sementara, sejumlah barang penting dipindahkan ke ruangan lain yang masih aman.
Bahkan satu ruang kelas terpaksa dialihfungsikan sebagai tempat penyimpanan sementara dokumen dan perlengkapan sekolah.
Baca Juga:Sunyi Terlalu Lama, Warga Curiga: Lansia di Kota Tasikmalaya Ditemukan Meninggal DuniaAkses Keuangan di Garut Diperluas, TPAKD Dorong UMKM dan Petani Keluar dari Zona “Cukup Seremoni”
“Pembelajaran kelas satu sementara dievakuasi dulu, ruangannya dipakai untuk menyimpan barang-barang penting,” beber Aceng.
Ia menambahkan lingkungan sekolah berada di kawasan yang dipenuhi pepohonan besar, termasuk pohon salak dan pohon Arba.
Kondisi tersebut membuat area sekolah cukup teduh, namun saat cuaca ekstrem justru menyimpan potensi risiko.
“Di sekitar sini memang banyak pohon besar,” tambahnya.
Dengan nada setengah berseloroh ia menambahkan, rindang memang menenangkan, tetapi ketika angin datang lebih kencang dari biasanya, pepohonan bisa berubah menjadi ancaman.
Selain itu, menurutnya kawasan sekolah juga kerap terdampak banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kalau hujan deras dengan intensitas tinggi, air dari sekitar kadang masuk ke lingkungan sekolah,” jelasnya.
Sementara itu Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi bangunan yang rusak.
Baca Juga:Usai Lebaran, Tasikmalaya Melepas Penat: Kolaborasikan Dangdut Koplo dan Musik Religi dalam Satu Panggung!Uang Baru Lebaran di Kota Tasikmalaya Berebut Slot Aplikasi, Offline Masih Ramai Dicari
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (PSD) Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Indra Risdianto menuturkan, pihaknya akan melakukan pendataan kerusakan sebelum dilaporkan kepada pimpinan.
“Kita melihat tingkat kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang ini cukup berat. Ada ruang guru yang tertimpa pohon sehingga atapnya rusak. Kita akan lakukan penghitungan kerusakan,” kata Indra.
Selain bangunan, beberapa barang inventaris sekolah juga terdampak.
Perangkat elektronik seperti laptop dan printer dilaporkan rusak, sementara sejumlah arsip administrasi sekolah ikut terkena dampak meskipun sebagian masih dapat diselamatkan.
“Di dalam ruangan juga ada barang lain yang rusak seperti laptop dan printer. Arsip juga terdampak, mudah-mudahan sebagian besar masih bisa diselamatkan. Kita hitung dulu secara sementara untuk dilaporkan ke pimpinan,” paparnya.
Pada Kamis pagi, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya datang ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
