RADARTASIK.ID – Semifinal Coppa Italia leg pertama antara Lazio dan Atalanta berakhir tanpa pemenang.
Bermain di Stadio Olimpico yang atmosfernya jauh dari ideal, kedua tim harus puas berbagi skor 2-2 dalam laga yang berlangsung sengit namun terasa hambar dari sisi dukungan publik.
Stadion yang biasanya bergemuruh justru tampak lengang.
Ribuan suporter Lazio memilih melakukan aksi protes terhadap presiden klub Claudio Lotito dengan tetap berada di luar Curva Nord.
Baca Juga:Chivu Siapkan Duet Thuram dan Esposito untuk Hadapi AC Milan, Bonny Jadi Senjata dari Bangku CadanganAlbertini: Inter Bisa Rayakan Scudetto Jika Berhasil Kalahkan AC Milan
Dampaknya terasa jelas bagi tim tuan rumah yang kehilangan dorongan moral dari tribun.
Pertandingan sendiri berjalan terbuka. Kombinasi Dele-Bashiru dan Mario Pasalic lebih dulu membawa permainan hidup, sebelum Boulaye Dia dan Yunus Musah turut memastikan skor akhir 2-2.
Kedua tim saling membalas dalam tempo cepat, memperlihatkan kualitas sekaligus celah yang masih menganga di lini pertahanan masing-masing.
Di sisi lain bagan semifinal, Como dan Inter bermain imbang 0-0. Artinya, seluruh tiket final masih terbuka lebar bagi keempat tim.
Leg kedua antara Lazio dan Atalanta akan digelar di Bergamo pada salah satu tanggal berikut: Rabu, 22 April 2026 pukul 02.00 WIB; Kamis, 23 April 2026 pukul 02.00 WIB; atau Jumat, 24 April 2026 pukul 02.00 WIB. Usai pertandingan, pelatih Maurizio Sarri menyampaikan kekecewaannya, bukan hanya soal hasil, tetapi juga atmosfer stadion yang menurutnya memengaruhi performa tim.
“Ini mengecewakan, tetapi kami akan kesulitan di Bergamo bahkan jika unggul satu gol. Kami akan ke sana untuk mencoba lolos. Jika bermain seperti malam ini, kami punya peluang,” ujar Sarri kepada Mediaset.
Pelatih berpengalaman itu menilai inkonsistensi Lazio musim ini tidak lepas dari badai cedera yang menghantam skuad.
Baca Juga:AC Milan Pantau Moise Kean, Giorgio Chiellini Siap Gantikan ComolliPulisic Mandul, AC Milan Siapkan Duet Leao-Nkunku untuk Bongkar Pertahanan Inter
Dalam beberapa periode, timnya menunjukkan karakter kompetitif, tetapi belum mampu mempertahankannya secara konsisten.
“Klasemen liga mencerminkan banyaknya cedera dan absennya pemain. Kami perlu memastikan tidak ada masalah tambahan lagi,” tambahnya.
Sarri juga menyinggung aspek teknis permainan.
Ia memuji kecepatan Dele-Bashiru yang mampu mencapai 35 km/jam dalam situasi serangan balik, namun menilai karakteristik beberapa pemain lain belum sepenuhnya mendukung kebutuhan taktik tim.
