TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Program penukaran uang baru menjelang Lebaran melalui aplikasi daring yang digelorakan Bank Indonesia (BI) terus menuai pro dan kontra di Kota Tasikmalaya.
Di atas kertas, sistem ini disebut lebih rapi, adil, dan modern. Namun di lapangan, cerita berubah menjadi drama antrean digital yang menguji kesabaran warga—dari layar ponsel hingga sinyal internet.
Meski BI mendorong penukaran berbasis aplikasi, sejumlah bank swasta di Kota Tasikmalaya masih terpantau membuka layanan penukaran uang baru secara offline.
Baca Juga:Promotor Menjerit, Pajak Hiburan Kota Tasikmalaya Bocor: Pemerintah Hadir saat Narik, Absen Ngurus VenueAliansi P3K Paruh Waktu Kota Tasikmalaya Tebar Takjil di Padayungan, Tetap Bergerak di Tengah Isu Penghapusan
Salah satunya BCA KCU Tasikmalaya yang menggulirkan layanan penukaran uang baru selama tiga hari, Senin hingga Rabu (2–4/3/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Tasikmalaya, antrean masyarakat di BCA sudah terjadi sejak pukul 05.30 WIB dan baru selesai sekitar pukul 10.00 WIB.
Fenomena ini menandakan bahwa di tengah gencarnya digitalisasi, warga masih mencari jalur konvensional untuk mendapatkan uang baru demi tradisi Lebaran.
Ekonom: Literasi Digital Siap, Tapi Jangan Dipaksa Seragam
Ekonom Senior Tasikmalaya Prof Kartawan menilai sistem aplikasi pada dasarnya dibuat untuk mempermudah distribusi dan pemerataan penukaran uang baru.
Menurutnya, pembatasan nominal per NIK hingga Rp5 juta justru dimaksudkan agar uang baru bisa dirasakan lebih banyak masyarakat.
“Secara konsep, masyarakat sebenarnya sudah siap dengan literasi digital. Aplikasi itu lebih mudah diakses, bisa pesan dari rumah, tidak harus datang langsung ke BI seperti dulu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Ia mengingatkan, sebelumnya banyak orang enggan datang ke kantor BI karena prosedur dan pemeriksaan di pintu masuk. Kini, proses itu berpindah ke ruang digital.
Baca Juga:Ramadan Festival Kampus: UMB Sulap Bulan Puasa Jadi Arena Lomba, Bazar, dan Ngabuburit ProduktifMesin ATM Bank Mandiri Kota Tasikmalayan Kebakaran, Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta
“Kalau sekarang kan antreannya bukan di depan loket, tapi di aplikasi. Antrean jadi pindah ke layar ponsel,” katanya, menyindir.
Soal ketersediaan uang baru, Prof Kartawan menegaskan stok tidak menjadi masalah.
Untuk wilayah Priangan Timur—meliputi Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran—BI telah menyiapkan dana hingga sekitar Rp2,6 triliun, bahkan cadangannya mencapai hampir Rp3 triliun.
“Jadi bukan karena kekurangan uang, tapi memang sistem distribusinya yang sekarang lewat aplikasi,” jelasnya.
