TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Satun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Sariwangi Sirnasari 2 di Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, disuspend sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (4/3/2026). Hal ini disebabkan adanya temuan roti abon berjamur yang dikeluhkan orang tua dan siswa dalam menu MBG yang dibagikan.
Koordinator SPPG Kecamatan Sariwangi Humaidi Fadilah membenarkan penutupan sementara tersebut. Ia menyebut SPPG Sariwangi Sirnasari 2 telah disuspend oleh BGN.
“Iya di suspend sementara, informasi terakhir sampai BGN men-suspend karena di SPPG Sariwangi Sirnasari 2 ditemukan menu roti abon yang sudah berjamur,” terang Humaidi.
Baca Juga:LPS Lantik Pejabat Baru, Perkuat Kesiapan Penjaminan Polis 2027KPK Sasar Auditor BPK, Dua Dirjen PU Kompak Mundur
Ia menjelaskan, roti abon berjamur itu merupakan menu MBG kering yang disalurkan ke sekolah dan pesantren selama Ramadan. Untuk sementara dapur tersebut tidak beroperasi dan diminta melengkapi laporan terkait permasalahan menu.
“Ketika selesai laporannya dalam seminggu menurut informasi BGN, dapur MBG tersebut akan beroperasi lagi. Akan tetapi kalau telat melaporkan akan diperpanjang suspendnya,” ungkap dia.
Humaidi menyebut, ada 13 sekolah, tiga pesantren, serta kelompok B3 yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menerima pasokan dari SPPG Sariwangi Sirnasari 2. Saat aktif, dapur tersebut mengirim hingga 2.855 porsi per hari.
“SPPG Sariwangi Sirnasari 2 ini saat aktif mengirim menu MBG porsinya itu sampai 2.855 porsi. Jadi ketika di suspend, sekolah dan pesantren termasuk B3 ini sekarang dikirim menu MBG-nya oleh tiga SPPG,” jelas dia.
Untuk sementara, distribusi menu digantikan oleh tiga dapur, yakni Dapur SPPG Sirnasari, Dapur SPPG Sariwangi, dan Dapur SPPG Jayaratu di Kecamatan Sariwangi.
Camat Sariwangi Mamat mengatakan, Satgas tingkat kecamatan sejak awal telah memberi masukan saat SPPG tersebut mengajukan SLHS. Ia menegaskan pentingnya menjaga standar operasional dapur.
“Kami mengingatkan SPPG agar dapur MBG menjaga kualitas dan kuantitas, bahkan ada barang yang belum memenuhi syarat harus disampaikan,” kata Mamat.
Baca Juga:Transfer Pejabat Pemkab Tasik Tahun Ini: Gaung Kadis Impor yang Belum Terdengar (part2)Tali Kasih Polres Tasikmalaya Melalui Gerakan Pangan Murah di Bulan Ramadan
Menurutnya, Satgas kecamatan sudah beberapa kali mengumpulkan pengelola SPPG, kepala desa, unsur sekolah, pesantren, dan pihak terkait untuk menekankan pentingnya kualitas menu.
