PT LKM Pancatengah Merugi Belasan Miliar, Mahasiswa Minta Pemkab Tasikmalaya Serius Lakukan Pembenahan

PT LKM Pancatengah
Mahasiswa melakukan unjuk rasa terkait pengelolaan PT LKM Pancatengah, Selasa 3 Maret 2026. (Ujang Nandar/Radartasik.id) 
0 Komentar

Menanggapi tuntutan tersebut, Asda II Setda Kabupaten Tasikmalaya, Asep Gunadi, menyatakan pemerintah daerah telah menangkap substansi keluhan mahasiswa dan nasabah.

Ia menegaskan penanganan akan dilakukan sesuai arahan pimpinan daerah dan melalui prosedur yang berlaku.

Menurutnya, langkah mendesak yang tengah didorong yakni efisiensi biaya operasional perusahaan serta pembenahan manajemen internal.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

Pemerintah daerah juga telah menambah penyertaan modal, meski upaya tersebut masih dalam proses dan belum sepenuhnya memulihkan kondisi keuangan.

“Harapannya PT LKM bisa kembali berjalan normal sehingga nasabah dapat mengakses dananya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Dani Fardian menyebut pihaknya sudah beberapa kali memanggil manajemen LKM dan menerbitkan nota dinas kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret.

DPRD khawatir jika tidak ditangani serius, kerugian akan terus membesar dan menjadi beban keuangan daerah.

“Kami sedang mencari solusi agar tabungan nasabah yang tertahan bisa segera dicairkan,” katanya.

Di sisi lain, Plt Direktur Utama PT LKM Pancatengah, Basuki Rahmat, menjelaskan permasalahan keuangan mulai terasa sejak 2019 saat banyak pelaku UMKM terdampak kondisi ekonomi.

Saat itu, terdapat kebijakan penundaan pembayaran cicilan yang membuat arus kas perusahaan terganggu. Dampaknya mulai signifikan pada 2022, dengan kerugian sekitar Rp 3,7 miliar dan terus terakumulasi hingga 2025.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

Ia menyebutkan modal awal perusahaan berasal dari penyertaan Pemkab Tasikmalaya sebesar Rp 15 miliar dan Pemerintah Provinsi sekitar Rp 10 miliar.

Basuki memastikan manajemen kini berupaya melakukan pembenahan agar operasional kembali stabil dan kepercayaan nasabah dapat dipulihkan. (ujg)

0 Komentar