Perempuan Dituntut Sebarkan Wawasan Kebangsaan Empat Pilar, Ini Pesen Anggota DPR RI saa Temu Warga di Ciamis

Empat Pilar
Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dapil Jabar X Agun Gunandjar Sudarsa (tengah) sedang sosialisasi 4 Pilar MPR RI di hadapan Gabung Organisasi Wanita (GOW) Ciamis di Gedung GOW Ciamis, Selasa (3/3/2026). (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Di tengah kondisi global yang dinilai tidak menentu, masyarakat Indonesia diminta kembali menguatkan semangat bela negara dan menjaga keutuhan bangsa. Penguatan itu dinilai penting melalui sosialisasi wawasan kebangsaan secara berkelanjutan.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dapil Jabar X, Agun Gunandjar Sudarsa, melaksanakan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kegiatan tersebut menyasar kalangan perempuan di Kabupaten Ciamis, dengan harapan mereka dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak sejak dini.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

Kata Agun, masyarakat saat ini sangat relevan dikuatkan kembali tentang nilai-nilai kebangsaan, agar hidupnya tetap mencerminkan 4 pilar kebangsaan.

“Seperti halnya adalah Pancasila, bagaimana mereka ada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan supaya terjaga serta terpelihara,” katanya kepada wartawan pertemuan dengan Gabung Organisasi Wanita (GOW) Ciamis di Gedung GOW Ciamis, Selasa (3/3/2026).

Ia memilih sosialisasi 4 Pilar MPR RI kepada GOW Ciamis karena perempuan diharapkan berperan dalam membentuk karakter anak agar memahami wawasan kebangsaan dan menjaga persatuan.

Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan menjadi penting agar tidak kembali muncul fenomena viral seperti seorang wanita Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri dan memiliki anak, namun anak tersebut lebih memilih menjadi warga negara asing dibandingkan WNI.

“Tentunya saya tak menyalahkan wanita tersebut, mungkin dahulu didikan orang tua saat wanita masih kecil kurang mendapatkan didikan nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan pahlawan bisa memerdekakan Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendidikan di lingkungan keluarga dan sekolah semestinya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sebagaimana tercantum dalam sila-sila Pancasila.

“Diharapkan bisa membentuk karakter religius yang bisa memahami nilai-nilai prinsip kemanusiaan, seperti saling menghargai dan menghormati serta mengajarkan semangat persatu dan kesatuan,” katanya.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh pihak asing dan tetap mengedepankan solidaritas serta menjaga keharmonisan.

“Dengan begitu Indonesia aman dan Ciamis semakin kondusif,” ujarnya. (riz)

0 Komentar