Kota Tasikmalaya Setop Skema Carter: Penerbangan Bandara Wiriadinata Harus Laku Di Pasar, Bukan Disubsidi APBD

Kota Tasikmalaya hentikan skema carter penerbangan
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

“Kita tidak terburu-buru. Kita susun dulu feasibility study-nya. Maskapai melihat potensi ekonomi, potensi wisata, dan kebutuhan warga. Jangan sampai Senin buka, Kamis tutup,” katanya.

Penjajakan awal telah dilakukan melalui audiensi dengan manajemen Citilink pada 25 Februari 2026 di Gedung Manajemen Citilink kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

Pertemuan tersebut membahas peluang pembukaan kembali rute menuju Tasikmalaya sekaligus memetakan potensi pasar penumpang dari dan ke Priangan Timur.

Baca Juga:Program Ramadan JNE Dongkrak Arus Kiriman, Promo Mudik hingga Diskon Ongkir Jadi Mesin PertumbuhanGerakan Pangan Murah di Kota Tasikmalaya: Harga Diturunkan, Antrean Warga Dinaikkan

Selain kelayakan bisnis, momentum pembukaan rute juga jadi pertimbangan. Viman menyebut periode mobilitas tinggi seperti Idul Adha atau libur akhir tahun lebih realistis untuk menguji pasar.

“Kalau Lebaran ini lewat, mungkin di Idul Adha. Kalau tidak, di tahun baru. Karena kalau buka di momen itu, momentumnya bisa kuat. Dari sisi bisnis juga lebih masuk akal,” tambahnya.

Saat ini, rencana pengaktifan kembali penerbangan komersial di Bandara Wiriadinata masih berada pada tahap penjajakan dan penyusunan kajian teknis antara pemerintah daerah dan maskapai.

Satu hal yang sudah pasti: Kota Tasikmalaya tak mau lagi menerbangkan pesawat dengan sayap subsidi. Pesawat harus terbang karena penumpang, bukan karena APBD. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar