LSMI Tasikmalaya memposisikan seni sebagai ruang kaderisasi alternatif. Melalui latihan, diskusi, dan pementasan, mereka membangun kesadaran kolektif untuk membaca situasi sosial secara lebih dalam.
Pendekatan ini sekaligus membuka ruang bagi kader yang memiliki minat seni agar tetap tumbuh di jalur organisasi.
Pasca tampil di Jakarta, LSMI Tasikmalaya menyatakan akan terus mengembangkan gerak kesenian sebagai bagian dari aktivitas organisasi.
Baca Juga:Program Ramadan JNE Dongkrak Arus Kiriman, Promo Mudik hingga Diskon Ongkir Jadi Mesin PertumbuhanGerakan Pangan Murah di Kota Tasikmalaya: Harga Diturunkan, Antrean Warga Dinaikkan
Sejumlah agenda kreatif tengah disiapkan dengan format yang lebih segar dan terbuka, melibatkan kader lintas bidang.
“Bahagia HMI, Jayalah Kohati, Tumbuhlah LSMI,” menjadi penutup yang mereka gaungkan—sebuah salam yang terdengar sederhana, namun menyimpan pesan: dari Kota Tasikmalaya, seni ikut menagih makna perjuangan. (ayu sabrina barokah)
