“Walaupun penghasilan kami tidak seberapa, kami buktikan konsistensi sosial tetap terjaga. Bukan hanya di bulan Ramadan, jauh sebelum Ramadan pun kami selalu menyisihkan sebagian penghasilan untuk berbagi kepada yang membutuhkan,” jelasnya.
Sebelumnya, Aliansi P3K Paruh Waktu juga pernah menggalang donasi bersama untuk disalurkan ke Rumah Makan Gratis.
Harapannya, dari gaji yang terbatas itu, manfaat tetap bisa dirasakan masyarakat luas, bukan hanya keluarga mereka sendiri.
Baca Juga:Ramadan Festival Kampus: UMB Sulap Bulan Puasa Jadi Arena Lomba, Bazar, dan Ngabuburit ProduktifMesin ATM Bank Mandiri Kota Tasikmalayan Kebakaran, Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta
“Harapan kami, dengan berbagi, gaji kami yang tidak seberapa ini bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Selain itu, tentu menjadi berkah juga bagi kami semua,” katanya.
Di tengah gonjang-ganjing isu penghapusan P3K Paruh Waktu pada 2026, Asep menegaskan bahwa para anggota memilih tetap bekerja dengan enjoy dan mengedepankan hal-hal positif.
“Di tengah isu yang belum pasti itu, kami P3K Paruh Waktu Kota Tasikmalaya tetap enjoy bekerja dan lebih memilih melakukan hal-hal positif daripada mempermasalahkan sesuatu yang belum tentu terjadi,” pungkasnya.
Aksi berbagi takjil sore itu pun menjadi pesan sunyi namun tegas: di Kota Tasikmalaya, kebaikan tak menunggu kepastian kebijakan. Ia cukup lahir dari kepedulian dan kebersamaan. (rezza rizaldi)
