RADARTASIK.ID – Legenda AC Milan, Demetrio Albertini, menilai Derby della Madonnina akhir pekan ini bisa menjadi momen penentuan gelar Serie A.
Ia bahkan menyebut Inter berpotensi mulai “menjahit scudetto di seragam mereka” jika mampu mengalahkan Milan di San Siro.
AC Milan akan menjamu Inter dalam laga panas yang dianggap pihak sebagai pertarungan perebutan scudetto.
Baca Juga:Tolak Sial! Wakil PM Italia Fans Berat AC Milan Ramal Inter Akan Menangkan Derby della MadonninaDuel Como vs Inter Bikin Ngantuk, Fabregas Salahkan Taktik Chivu
Pada pertemuan pertama November lalu, Rossoneri sukses menang 1-0. Namun situasi kini berbeda.
Inter memimpin klasemen dengan keunggulan 10 poin atas Milan setelah 27 pertandingan.
Meski jarak poin cukup lebar, Rafael Leao menegaskan derby kali ini sebagai laga “hidup atau mati” usai kemenangan 2-0 atas Cremonese pekan lalu.
Pernyataan itu mendapat pujian dari Albertini yang melihat kondisi skuad Milan yang dipenuhi pemain asing dan perubahan cepat membuat sosok seperti Rafael Leao penting untuk mengingatkan rekan-rekannya.
Albertini menilai Leao kini mulai berbicara dan bertindak seperti seorang veteran setelah hampir tujuh tahun membela Milan.
“Di zaman saya, tidak perlu ada pengingat,” ujar Albertini kepada La Gazzetta dello Sport.
“Kami punya Maldini, Baresi, Costacurta. Mereka tahu arti derby tanpa perlu banyak bicara,” lanjutnya.
“Saya pikir Rafa ingin memperingatkan para pemain baru tentang pentingnya laga ini. Sekarang dia berbicara seperti pemimpin berpengalaman,” tambahnya.
Baca Juga:Sabatini Tuding Duel Como vs Inter Bukan Pertandingan Sepak Bola: MembosankanDituding Tukang Diving, Bastoni Jadi Bahan Ejekan Pendukung Como
Leao bahkan menyarankan rekan setimnya untuk lebih fokus, membatasi aktivitas di luar rumah, dan mempersiapkan diri maksimal sepanjang pekan derby. Albertini menanggapi dengan santai.
“Sebagai profesional, memang seharusnya begitu. Mungkin pilihan katanya kurang tepat, tapi saya sepakat dengan pesannya,” ujarnya sambil tertawa.
Namun, Albertini menegaskan laga ini jauh lebih krusial bagi Milan dibanding Inter. Jika tim asuhan Cristian Chivu menang, peluang mereka merengkuh scudetto akan terbuka sangat lebar.
“Ini jelas panggilan terakhir. Jika Inter menang, mereka bisa mulai bersiap merayakan gelar,” tegasnya.
Bahkan ia merasa jika Milan yang menang, mengejar defisit poin dari Inter juga bukan perkara mudah.
