204 Koperasi Desa Merah Putih Sudah Berdiri di Tasikmalaya, Tak Semua Pembangunan Berjalan Mulus

Koperasi Desa Merah Putih
Kabid Koperasi saat berkunjung ke lokasi berdirinya KDMP di Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah beberapa hari lalu. (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah rampung di seluruh desa. Dari total 351 desa, seluruhnya telah memiliki KDMP sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tentang percepatan pembentukan KDMP.

Namun, untuk pembangunan fisik gerai yang diamanatkan melalui Inpres Nomor 17, realisasinya baru mencapai 204 titik dan tersebar hampir merata di berbagai kecamatan.

Kepala Bidang Koperasi Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya, Indra Asmara, menegaskan capaian kelembagaan sudah sesuai target.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

“Sampai hari ini untuk KDMP di Kabupaten Tasikmalaya yang sudah terbentuk itu 351, sesuai jumlah desa. Jadi sudah ada KDMP di setiap desa,” ujar Indra.

Setelah pembentukan kelembagaan rampung, fokus pemerintah daerah kini bergeser pada fasilitasi penyediaan lahan untuk pembangunan gerai, sesuai amanat Inpres 17.

Untuk pembangunan gerai, di bidang koperasi membantu memfasilitasi lahan. Dari pendampingan bersama stakeholder lain, yang sudah dibangun itu 204 KDMP.

Menurut Indra, pembangunan gerai telah menjangkau hampir seluruh kecamatan. Hanya Kecamatan Leuwisari dan Sukarame yang hingga kini masih dalam tahap persiapan lahan.

“Tersebarnya hampir di semua kecamatan. Kecuali Leuwisari dan Sukarame yang masih persiapan lahan,” katanya.

Sejumlah kecamatan bahkan telah menuntaskan pembangunan di seluruh desa, seperti Bantarkalong dan Karangjaya, meski sebagian masih tahap finishing. Di kecamatan lain progresnya variatif. Dari enam desa ada tiga yang sudah dibangun, sementara di Cipatujah dari 15 desa sudah 11 yang berdiri.

Saat ini pembangunan memasuki tahap ketiga dengan target sebagian gerai mulai beroperasi pada April 2026.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

“Target dari pusat, Maret atau April mulai. Tapi kemungkinan besar April yang dikejar. Untuk yang sudah siap lahannya, bisa langsung jalan. Sekarang sudah ada sekitar 10 yang selesai,” katanya.

Meski demikian, tidak seluruh gerai dapat rampung pada April karena kendala kesiapan lahan. Salah satu tantangan terbesar adalah pemenuhan standar luas lahan yang disyaratkan mencapai 1.000 meter persegi dengan ukuran bangunan 20 x 30 meter, minimal sekitar 750 meter persegi untuk tapak bangunan.

Tidak semua desa memiliki lahan seluas dan sesiap itu. Lahan yang diajukan pun harus merupakan tanah desa atau tanah pemerintah, bukan milik perseorangan, serta berada di lokasi strategis seperti pinggir jalan atau dekat permukiman.

0 Komentar