RADARTASIK.ID – Direktur Corriere dello Sport, Ivan Zazzaroni, akhirnya angkat bicara soal isu yang belakangan ramai diperbincangkan di Italia: tudingan bahwa Serie A adalah “Liganya Marotta”.
Teori tersebut menyebut Giuseppe Marotta memiliki pengaruh dominan dalam mengatur arah sepak bola Italia.
Dalam podcast Numer7, Zazzaroni dengan tegas membantah anggapan tersebut. Ia menilai narasi “Liga Marotta” terlalu berlebihan dan cenderung menjadi insinuasi yang tidak berdasar.
Baca Juga:Dirayu Giorgio Chiellini, Vlahovic Bisa Bertahan di JuventusPresiden dan Pelatih Corinthians Tak Ijinkan Andre Gabung AC Milan: Rossoneri Ancam Tempuh Jalur Hukum
“Kalau memang benar ada ‘Marotta League’, maka yang bersalah justru para direktur lain. Masa iya semua membiarkan satu orang yang sudah 40 tahun berpengalaman melakukan sesuka hati?” tegasnya.
Marotta, yang kini menjabat sebagai petinggi di Inter Milan, memang dikenal sebagai salah satu eksekutif paling berpengaruh di sepak bola Italia.
Ia pernah membangun fondasi kuat di Juventus sebelum kemudian melanjutkan kiprahnya bersama Nerazzurri.
Rekam jejaknya yang panjang membuat banyak pihak menilai ia memiliki jaringan luas dan kekuatan lobi yang mumpuni.
Namun menurut Zazzaroni, apa yang dilakukan Marotta murni bagian dari pekerjaannya sebagai seorang eksekutif profesional.
“Marotta melakukan pekerjaannya: membangun hubungan, relasi, jaringan. Dia tentu tidak memengaruhi wasit. Dia bekerja sangat baik untuk kepentingan klubnya,” ujarnya.
Ia bahkan menantang para petinggi klub lain untuk melakukan hal serupa.
Baca Juga:Florenzi Sarankan AC Milan Pakai Formasi 4-3-3 saat Hadapi Inter: Leao Cocok untuk Serangan Balik CepatBastoni Diincar Liverpool dan Barcelona, Inter Patok Harga Minimal Rp1,5 Triliun
“Kalau begitu, lakukan juga hal yang sama. Bangun relasi kalian sendiri,” tambahnya.
Zazzaroni mengaku sudah lelah menerima pesan dan tudingan yang mengaitkan setiap keberhasilan Inter dengan dugaan pengaruh Marotta di balik layar.
Baginya, narasi semacam itu mencerminkan pola pikir lama yang selalu mencari sosok “orang kuat” di balik setiap dinamika sepak bola Italia.
“Saya sudah muak dengan cerita Marotta League ini. Di Italia selalu ada anggapan bahwa pasti ada satu orang kuat yang mengendalikan segalanya. Ini insinuasi yang tidak pantas,” katanya tegas.
Ia menilai hanya ada dua kemungkinan: pertama, para direktur lain memang tidak cukup kompeten sehingga membiarkan Marotta lebih unggul dalam manuver; atau kedua, teori tersebut memang tidak berdasar sama sekali.
