Jika kalah, Bianconeri akan tertinggal tujuh poin dari Roma. Kini jarak tetap terjaga berkat hasil imbang tersebut.
Sabatini juga menilai dua sosok yang selama ini kurang mendapat sorotan justru menjadi penentu: Boga dan Gatti.
Keduanya membayar kepercayaan dengan kontribusi krusial di momen genting. Bagi Gatti, gol ini terasa seperti pembalasan pribadi setelah kerap dipandang sebelah mata.
Meski sukses melakukan comeback, Juventus tetap menyimpan pekerjaan rumah besar.
Baca Juga:Drama di Laga AS Roma vs Juventus yang Berakhir 3-3: Spalletti Ribut dengan Ndicka dan Penonton di OlimpicoDe Rossi Ingin Patahkan Kutukan 11 Kekalahan Beruntun Genoa di Kandang Inter
Dalam tujuh pertandingan terakhir, mereka sudah kebobolan 20 gol—angka yang jelas mengkhawatirkan untuk tim dengan ambisi Liga Champions.
“Juventus ke depan membutuhkan para bek yang benar-benar bertindak sebagai bek,” sindir Sabatini.
Namun ia juga mengakui bahwa Spalletti masih bisa mengandalkan kebanggaan dan karakter para pemainnya.
Sebaliknya, bagi Gasperini dan Roma, laga yang seharusnya menjadi panggung pembuktian justru berubah menjadi sumber kekhawatiran.
Keunggulan dua gol yang sirna dalam 15 menit terakhir menjadi pukulan telak secara mental.
Comeback ajaib ini memastikan persaingan empat besar Serie A tetap terbuka. Juventus masih hidup, dan satu gol Gatti di menit akhir mungkin akan dikenang sebagai momen yang menjaga musim mereka tetap bernyawa.
