Gerhana Bulan Total di Ramadan, BHRD Kota Tasikmalaya Ingatkan Warga: Jangan Cuma Foto Tapi Shalat

gerhana bulan total di Kota Tasikmalaya Ramadan 2026
Ilustrasi gerhana bulan saat ramadan. olah digital AI
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Langit Kota Tasikmalaya kembali kebagian panggung kosmik.

Selasa 3 Maret 2026 atau bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 H (malam 14 Ramadan), fenomena Gerhana Bulan Total akan bisa disaksikan dari wilayah Indonesia, termasuk Tasikmalaya.

Namun, Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kota Tasikmalaya mengingatkan, gerhana bukan sekadar tontonan Instagramable. Ada ibadah yang menyertainya.

Baca Juga:Berkas Tersangka Eksploitasi Anak Dilimpahkan, Polisi Tinggal Menunggu “Lampu Hijau” Jaksa Kota TasikmalayaTak Mau Bandara Sepi Lagi, Kota Tasikmalaya Dorong Promosi Udara dan Kerja Sama Priangan Timur

Ketua Badan Hisab dan Rukyat Daerah Kota Tasikmalaya, KH Cecep Nurholis M Pd I, menyampaikan bahwa gerhana bulan akan berlangsung dalam beberapa fase penting.

Data tersebut dihimpun dari perhitungan astronomi Tim Ahli BHRD.

Gerhana dimulai pada pukul 16.49.57 WIB. Fase total terjadi mulai 18.04.23 WIB, dengan puncak gerhana pada 18.33.36 WIB.

Fase total berakhir pukul 19.02.49 WIB, dan seluruh rangkaian gerhana selesai pada 20.17.15 WIB.

“Ini gerhana bulan total. Seluruh permukaan bulan masuk ke bayangan inti (umbra) bumi. Pada puncaknya, bulan tampak gelap dengan warna hitam kehijauan,” ujar KH Cecep, Minggu (1/3/2026).

Secara astronomi, gerhana terjadi karena Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga cahaya Matahari terhalang.

Namun menurut KH Cecep, dalam perspektif keimanan, peristiwa ini bukan cuma urusan sains, melainkan tanda kebesaran Allah SWT.

“Rasulullah SAW mencontohkan pelaksanaan shalat khusuf ketika terjadi gerhana bulan. Jadi bukan cuma dilihat, tapi disambut dengan ibadah,” tegasnya.

Baca Juga:Kota Tasikmalaya Digetarkan Satu Aspal, Sejuta Kebaikan: STC dan Kapolres Santuni Ratusan Anak YatimRaker PSSI Kota Tasikmalaya Tanpa Kongres, Mesin Kompetisi Dipanaskan dari Usia 10 Tahun sampai Veteran 40+

Karena gerhana berlangsung pada malam hari, shalat gerhana dapat dilakukan setelah bulan mulai tampak tergelap hingga sebelum gerhana berakhir.

Untuk wilayah Tasikmalaya, fase total terjadi setelah waktu Magrib.

Artinya, warga bisa melaksanakan shalat Magrib terlebih dahulu, lalu melanjutkan dengan shalat gerhana bulan pada rentang waktu antara awal fase total hingga menjelang akhir gerhana.

KH Cecep juga meminta para pengurus DKM dan takmir masjid tidak ketinggalan momen ini.

Informasi gerhana diminta diumumkan ke jamaah, sekaligus menyiapkan shalat gerhana dan khutbah sesuai tuntunan syariat.

“Ini terjadi di bulan Ramadan. Di saat umat sedang puasa, langit justru menggelar tanda kebesaran-Nya. Sayang kalau cuma jadi tontonan sambil ngopi,” ujarnya dengan nada satir positif.

0 Komentar