Florenzi Sarankan AC Milan Pakai Formasi 4-3-3 saat Hadapi Inter: Leao Cocok untuk Serangan Balik Cepat

Rafael Leao
Rafael Leao Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Peran Rafael Leao kembali menjadi perdebatan jelang derby panas antara AC Milan dan Inter Milan.

Meski baru saja menembus dua digit gol untuk musim keenam beruntun—catatan yang di Serie A saat ini hanya bisa disamai Lautaro Martinez—penyerang asal Portugal itu tetap tak lepas dari kritik.

Gol kesembilannya di liga (kesepuluh musim ini termasuk Coppa Italia) membantu Milan bangkit dari tekanan saat menghadapi Cremonese.

Baca Juga:Bastoni Diincar Liverpool dan Barcelona, Inter Patok Harga Minimal Rp1,5 TriliunKangen Rayakan Selebrasi di Bawah Curva Sud, Riccardo Calafiori Ingin Pulang ke AS Roma

Namun, ia juga disorot karena membuang beberapa peluang emas. Perdebatan lama pun muncul kembali: di mana posisi terbaik Leao?

Musim ini, pelatih Massimiliano Allegri kerap mencoba Leao sebagai penyerang tengah dalam skema 3-5-2, bukan di posisi naturalnya sebagai winger kiri.

Leao sendiri mengaku nyaman bermain di kedua posisi, tetapi mengisyaratkan perbedaan signifikan.

“Sebagai striker tengah saya punya dua peluang yang seharusnya bisa jadi gol. Saya nyaman di sana, tapi di sayap kiri jelas berbeda. Di kiri saya bisa melihat permainan, tidak menerima bola dengan membelakangi gawang,” ujarnya santai.

Di tengah diskusi taktik tersebut, mantan pemain Milan Alessandro Florenzi memberikan pandangannya di Sky Sport.

Ia menyarankan Allegri mempertimbangkan formasi 4-3-3 saat menghadapi Inter untuk memaksimalkan Leao.

“Pemain hebat harus diberi tanggung jawab, tapi juga harus ditempatkan di posisi yang tepat. Milan adalah tim yang bisa mengandalkan serangan balik. Dengan Rafa, akan sangat bagus memanfaatkan kecepatan serangan balik cepat,” ujar Florenzi.

Baca Juga:Siapa Andre? Gelandang Muda Brasil yang Dihalangi Pindah ke AC Milan oleh Presiden KlubAS Roma Ditahan Imbang Juventus 3-3, Gasperini Iri dengan Inter dan AC Milan

Menurutnya, ketika Milan bermain lebih harmonis dalam transisi bertahan-menyerang, Leao tampil lebih efektif.

Formasi 4-3-3 dinilai memberi ruang lebih luas bagi Leao untuk menyerang dari sisi kiri dan memaksimalkan kecepatannya.

Namun tak semua sepakat. Paolo Di Canio justru menilai Milan lebih solid tanpa Leao.

Ia menyoroti enam kemenangan yang diraih Rossoneri saat Leao tidak berada di lapangan, dengan total 16 gol dan tanpa kebobolan.

“Tanpa Leao, Milan lebih jarang kehilangan bola dan lebih kompak secara taktik. Mereka mungkin punya lebih sedikit peluang, tapi lebih solid,” tegasnya.

0 Komentar